Kesehatan Sains & Teknologi

200 Ribu Spesies Virus Ternyata Berada di Laut!

Jika kamu pernah ke pantai, maka kamu mungkin pernah menelan satu atau dua tegukan air laut. Bersamaan dengan masuknya air, sebenarnya kamu telah menelan sekitar 1 juta virus dan 0,1 juta bakteri. Rata-rata ada lebih dari 10 juta virus partikel per mililiter di air laut pesisir.

Para ilmuwan sebelumnya memperkirakan bahwa ada 10 juta virus di setiap tetes air laut permukaan, yang terdiri dari 15.000 spesies virus berbeda. Sekarang, sebuah laporan di Cell menunjukkan data terbaru hampir 200.000 spesies virus laut – meningkat 10 kali lipat dari perkiraan sebelumnya. Identifikasi populasi ini adalah hasil dari ekspedisi tiga tahun , di mana para ilmuwan memindai laut dari kutub utara ke kutub selatan; dari permukaan laut hingga 4.000 meter ke bawah, membuat katalog kehidupan virus yang mereka temui.

Kapal Sekunar Tara di Kutub Utara. Kredit gambar: Tara Foundation

“Pemahaman baru tentang virus dari kutub utara ke kutub selatan dan dari permukaan ke kedalaman 4.000 meter dapat membantu para ilmuwan lebih memahami bagaimana lautan akan berperilaku di bawah tekanan perubahan iklim,” kata Ahmed Zayed, co-pemimpin penulis dari mahasiswa doktoral dan studi mikrobiologi di The Ohio State University.

“Ini adalah ‘katalog’ virus laut yang didata secara besar-besaran, yang kami gunakan untuk menggambar peta global pertama dari keanekaragaman virus,” tambah Zayed.

Data dikumpulkan dari 146 sampel yang diambil pada beberapa ekspedisi di atas kapal Tara – sebuah ekspedisi penelitian yang mengumpulkan sampel dari permukaan ke kedalaman yang berbeda dari kutub ke kutub.

Skema Identifkasi populasi virus dan bakteri laut. Sumber: Cell

Para peneliti pertama menganalisis bahan genetik dalam sampel untuk menilai apakah itu virus atau tidak, dan kemudian menggunakan alat bioinformatik untuk membandingkannya dengan virus yang dikenal. Mendefinisikan spesies virus ini juga terbilang kontroversial, tim mengelompokkan virus menjadi “populasi”, dimana tiap populasi memiliki setidaknya 5% DNA unik.

Contoh spesies virus dari survei baru. Kredit gambar: Jennifer Brum via Quanta Magazine

Banyak dari virus ini yang baru dalam sains, dan peranannya dalam komunitas dan ekosistem belum diketahui.

Virus memainkan peran utama dalam siklus biogeokimia global, termasuk siklus karbon, dan ada kesenjangan pengetahuan penting yang harus diisi.

Genom menunjukkan adaptasi ke berbagai jenis lingkungan laut, dan temuan awal tampaknya bertentangan dengan beberapa teori ilmiah yang ada.

“Ada paradigma bahwa keragaman paling tinggi di garis katulistiwa, dan berkurang saat Anda bergerak menuju kutub,” kata Zayed. Namun, wilayah kutub juga dipenuhi dengan keanekaragaman hayati, dan kami tidak begitu yakin mengapa. Sekitar 40% dari populasi baru berasal dari Arktik.

Selain itu, virus mungkin bermanfaat dengan cara yang berbeda: virus dapat dimanfaatkan untuk gen baru, dan berpotensi membuka jalan bagi antibiotik baru.

Terakhir, para peneliti memperingatkan bahwa ini jauh dari lengkap – selain spesies apa pun yang mungkin terlewatkan oleh para ilmuwan, studi ini hanya mencari virus yang memiliki DNA, dan mengabaikan seluruh kelas virus ber-RNA. Meskipun demikian, sebagian besar dapat dikatakan bahwa keanekaragaman hayati mikro samudera telah dipetakan secara menyeluruh untuk pertama kalinya.