Gaya Hidup

3 Cara Efektif Untuk Membantu Anak Agar Mempunyai Mental Baja

Menjadi seseorang yang mempunyai mental baja juga merupakan kunci anak kita mencapai potensi terbesar dalam kehidupan mereka.

Menjadi orang tua dan mengasuh anak merupakan pekerjaan paling menantang di Dunia. Dengan menjadi orang tua kita bertanggung jawab atas kehidupan dan masa depan anak kita. Kita harus mengasuh mereka dan membantu mereka menjadi orang dewasa yang berfungsi penuh. Namun ilmu mengasuh anak tidak pernah kita dapatkan di sekolah yang kita jalani selama bertahun-tahun.

Sering sekali sebagai orang tua, kita hanya peduli dalam urusan sehari-hari anak seperti pekerjaan rumah anak, nilai di sekolah, jadwal les, dan lain-lain. Hal ini membuat kita terjebak dan lupa melihat gambaran pengasuhan yang lebih besar. Akibatnya, karena semua kebutuhan sehari-hari anak telah dipenuhi dan diurus oleh orang tua, kekuatan mental anak tidak berkembang dan anak menjadi tidak bertanggung jawab. .

Anak pun harus diajari bahwa hidup mereka nantinya tidak selalu akan berjalan mulus dan menyenangkan. Akan ada tantangan, kesulitan bahkan kegagalan yang akan mereka lewati, dan sebagai orang tua, kita belum tentu dapat mendampingi anak setiap saat. Mengajari anak untuk mempunyai mental sekuat baja akan membuat anak kita menjadi orang dewasa yang tangguh. Menjadi seseorang yang mempunyai Mental baja juga merupakan kunci untuk membantu anak kita mencapai potensi terbesar dalam kehidupan mereka. Sebagai orang tua, kita dapat melakukan cara-cara di bawah ini untuk membantu anak kita tumbuh dengan mental yang kuat dan mampu menghadapi tantangan di masa depan dengan sukses.

1. Hentikan Sifat-Sifat Materialistis

Kita hidup dalam masyarakat materialistis, dimana seseorang sering kali di pandang dari barang-barang yang ia miliki, seperti mobil, rumah, gadget dan lainnya. Namun hal ini bukan berarti kita harus mendukung sifat-sifat materialistis. Kita perlu melatih anak untuk lebih menghargai persahabatan, waktu berkualitas, dan pengalaman hidup di atas objek atau barang. Daripada memberi hadiah berupa barang, seperti mainan baru kepada anak kita jika mereka berprestasi, atau bersikap baik ketika sedang ikut ke kantor kita, misalnya, lebih baik ajak mereka untuk pergi ke taman bersama, membaca cerita favorit, atau berikan perhatian penuh kita selama satu jam untuk bermain bersama anak. Mari kita buat kenangan bersama bukan tumpukkan barang-barang.

2. Tumbuhkan Tanggung Jawab Anak Dan Jangan Berlebihan Melindungi Anak

Biarkan anak melakukan kesalahan dan belajar dari kesalahannya sehingga ia menjadi bertanggung jawab. Anak tidak akan belajar bertanggung jawab jika anda selalu mencegahnya berbuat salah. Misalnya, biarkan anak menyiapkan seluruh persiapan sekolahnya di malam hari, jika ada barang yang tertinggal, jangan antarkan ke sekolah. Dengan demikian anak akan belajar untuk lebih teliti dan bertanggung jawab untuk memastikan barang yang ia butuhkan di sekolah ada di dalam tas nya

3. Puji Usaha Anak, Bukan Hanya Hasil yang Ia Raih

Jika kita memperhatikan dan menghargai usaha anak, kita membangun mereka untuk menjadi orang dewasa yang kuat, bertanggung jawab, mempunyai mental baja dan mampu menghadapi setiap tantangan yang ada di hadapan mereka.