Home Gaya Hidup 5 Aturan Dalam Mengakses Internet Yang Anak Harus Pahami

5 Aturan Dalam Mengakses Internet Yang Anak Harus Pahami

62
0

Salah satu faktor penting yang mempengaruhi tingkah laku anak saat ini adalah akses yang luas ke internet.

Sebagai orang tua saat ini tentulah kita tidak asing dengan istilah kids jaman now. Istilah ini memang ditujukan pada anak-anak jaman sekarang, namun awalnya, istilah ini ditujukan bagi anak-anak yang bertingkah laku kelewat wajar dari nilai-nilai sosial yang ada.

Salah satu faktor penting yang mempengaruhi tingkah laku anak saat ini adalah akses yang luas ke internet. Sebagai orang tua kita pun sulit untuk selalu mengawasi anak dan memfilter semua informasi-informasi dari internet. Oleh karena itu sebagai orang tua sebaiknya kita juga harus bisa memahami dunia anak kita saat ini yang sungguh sangat berbeda dengan jaman kita dulu ketika akses internet tidak ada atau masih sangat terbatas.

Internet sebenarnya dapat banyak memberikan pengaruh positif terhadap anak. Namun bila disalah gunakan pengaruh negatif dari internet juga tidaklah sedikit. Oleh karena itu orang tua sangat berperan penting untuk membantu anak dalam membuat benteng pertahanan diri dari pengaruh negatif internet sehingga dengan sendirinya anak bisa memfilter informasi-informasi yang ia di dapatkan dari internet.

Cara terbaik untuk membantu anak agar bisa membentengi diri mereka sendiri dari pengaruh negatif internet adalah dengan mengajarkan anak sejak dini tentang cara menavigasi internet dengan aman tanpa membahayakan diri mereka sendiri atau keluarga mereka. Ada sejumlah aturan yang anak harus pelajari dan pahami untuk melindungi diri mereka dari pengaruh negatif internet. Berikut lima aturan paling penting dalam menggunakan internet yang harus diajarkan kepada anak.

1. Semua Perilaku Yang Kita Lakukan Di Internet Bisa Berdampak Di Dunia Nyata

Anak-anak harus belajar, cara melindungi diri mereka sendiri dan etika dalam bersosialiasi di dunia maya. Anak bisa saja secara tidak sengaja menemukan diri mereka dalam komunitas yang tidak benar di internet yang mendorong anak berperilaku negatif, dan menganggap bahwa hal tidak mengapa dan bukan suatu hal yang serius karena “internet bukan kehidupan nyata.” Hal yang lebih serius lagi, anak mungkin mendapatkan akses ke website dunia hitam dan mungkin berkenalan dengan seseorang yang tidak baik. Hal seperti ini berdampak ke dunia nyata, seperti penipuan menimbulkan kerugian finansial, bahkan sampai pelecehan seksual dan penculikkan. Anak diberikan peraturan dalam menggunakan internet seperti tidak memberikan informasi lengkap mengenai dirinya kepada orang yang baru ia kenal melalui sosial media atau permainan online game, menggunakan sopan santun dalam berkomunikasi di sosial media, dan lainnya. Ajari juga anak bagaimana cara mengenali tanda-tanda perilaku kejahatan di internet.

2. Bagaimana Cara Mengenali Penipuan dan Virus

Internet penuh dengan penipuan, virus, dan program-program yang dirancang untuk menyusup ke sistem komputer dan merusaknya yang umum di kenal dengan istilah malware. Hal-hal ini tidak selalu mudah diidentifikasi. Ada jenis-jenis penipuan yang dapat diidentifikasi, termasuk email yang mengaku berasal dari organisasi atau bisnis. Anak-anak juga perlu diajari bagimana mengecek sumber informasi yang mereka dapatkan dari internet, seperti mengecek URL dari suatu website untuk memastikan mereka tidak memasukkan info pribadi ke situs website penipuan. Anak-anak juga harus diajari untuk tidak mengklik tautan atau link yang mencurigakan yang dapat mengunduh sesuatu yang dapat merusak komputer atau laptop atau handphone secara tidak sengaja. Ajari juga anak cara menginstal anti virus dan menggunakan perlindungan malware.

3. Tidak Mungkin Menghapus Jejak di Internet Sesuatu Yang masuk ke Internet Akan Tersimpan Selamanya.

Ajarkan anak bahwa Internet bukanlah seperti papan tulis yang bisa di tulis atau di tempeli sesuatu lalu dengan mudahnya tulisan atau tempelan itu di hapus. Apa yang anak tulis/komentari/posting di internet akan tersimpan selamanya. Oleh karena itu anak harus bijak dalam menyebarkan informasi, foto, atau posting yang mereka bagikan di media sosial atau situs web lain karena hal tersebut bisa saja secara permanen dikaitkan dengan mereka, dan dapat membahayakan pendidikan serta peluang kerja di masa depan .

4. Pentingnya Pengaturan Privasi

Ajari anak tentang pengaturan privasi di situs media sosial, dan cara mengontrol privasi. Situs web seperti Facebook dan Twitter memiliki setting pilihan untuk memposting secara pribadi untuk diri anda sendiri atau untuk teman-teman yang memfollow anda atau ke publik secara umum. Sedangkan Instagram mempunyai pilihan mengkunci account sehingga orang lain tidak bisa secara bebas melihat postingan anak bila ia tidak memfollow anak. Instagram dan Facebook memiliki fitur penandaan geolokasi yang dapat menampilkan lokasi foto ke alamat yang tepat, lokasi rumah dan sekolah anak pun bisa terungkap dan hal ini bisa membahayakan anak jika diketahui secara umum oleh orang banyak. Orang tua harus berdiskusi dengan anak dan mencari tahu pengaturan privasi media sosial anak, serta memastikan bahwa apa yang anak posting tidak dapat di lihat secara publik, terutama lokasi sekolah mereka.

5. Kenali dan Laporkkan Cyberbullying

Cyberbullying adalah masalah yang semakin sering dihadapi anak-anak dengan internet. Seperti bully atau intimidasi kehidupan nyata, hal ini memiliki konsekuensi serius pada perkembangan emosi dan harga diri anak. Secara global kasus bunuh diri remaja dan anak yang terkait dengan cyberbullying dilaporkan meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kenali apa anak korban atau malah pelaku Cyberbullying.

Jika anak menjadi korban Cyberbullying biasanya akan terlihat dalam perubahan anak yang menarik diri dari gadget nya seperti tidak mau menerima telpon yang masuk atau perubahan perilaku lainnya seperti perubahan pola makan, pola tidur, malas ke sekolah dan bahkan sampai penurunan nilai. Jika hal ini terjadi ajak anak bicara mengenai pengalaman tidak menyenangkan yang anak dapatkan di sosial media nya , apakah ia pernah merasa malu atau terancam dengan posting seseorang. Jika hal itu terjadi ajarkan anak untuk melaporkan posting dan account tersebut. Hampir Semua media sosial menyediakan sarana bagi para pengguna untuk melaporkan posting yang tidak benar dan mengintimidasi. Siapkan anak juga untuk bermental baja dalam menghadapi postingan yang tidak menyenangkannya

Cegah juga anak menjadi pelaku Cyberbullying. Ajarkan anak bahwa apa yang mereka mungkin anggap sebagai “hanya lelucon” sebenarnya bisa menghina dan menyakitkan bagi orang lain. Misalnya, memposting gambar atau video memalukan dari seseorang, atau hanya berbagi atau menyukai posting orang lain mengenai fisik sesorang

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here