Sains & Teknologi

Separuh Laut di Dunia akan Berubah Warna Akibat Pemanasan Global

Durasi Baca: 2 menit

Ada laut yang berwarna biru cerah dan hijau

Sebuah Studi MIT (Massachusetts Institute of Technology) yang diterbitkan Nature Communications  mengatakan lautan dunia akan berubah warna pada akhir abad ini. Laut tropis berubah menjadi lebih cerah, sementara laut yang dingin, semakin hijau dan lebih gelap.
Pada laut dingin yang dipadati nutrisi dengan populasi fitoplankton yang lebih tinggi cenderung lebih hijau, sedangkan perairan tropis dengan fitoplankton yang lebih sedikit memiliki rona biru atau biru kehijauan.

Tetapi ketika air subtropis semakin hangat, populasi fitoplankton diproyeksikan berkurang, dan membuat air tampak dominan dengan warna biru. Di sisi lain, perairan hijau yang dingin dan kaya alga juga akan menjadi lebih hangat, dan berpotensi  memacu pertumbuhan fitoplankton yang lebih beragam, tetapi kemungkinan besar juga semakin membiru. Dengan demikian, kehidupan di wilayah tertentu seperti yang kita kenal sekarang ini kemungkinan juga akan berubah. 

Baca juga:  Penemuan Baru, Karbon Dioksida di Atmosfer Berhasil Dirubah Kembali Jadi Batubara !

” Hanya beberapa wilayah yang lebih hijau sekarang yang cenderung menjadi lebih hijau – banyak daerah lebih hijau lainnya cenderung menjadi lebih biru. Tetapi di sebagian besar tempat, akan ada pergeseran antara berbagai spesies fitoplankton,” kata penulis utama Stephanie Dutkiewicz dikutip dari IFLScience.

“Akan ada perbedaan mencolok dalam warna 50 persen lautan pada akhir abad ke-21,” jelas Dutkiewicz . “Itu bisa berpotensi sangat serius. Berbagai jenis fitoplankton menyerap cahaya secara berbeda, dan jika perubahan iklim memindahkan satu komunitas fitoplankton ke komunitas lainnya, itu juga akan mengubah jenis jaring makanan yang dapat mereka dukung.”

Baca juga:  Produksi Pangan Global Dilaporkan Sudah Terdampak Perubahan Iklim

Para ilmuwan telah mengukur warna lautan dunia sejak akhir 1990-an, untuk menentukan kadar klorofil serta tingkat fitoplankton. Naiknya tingkatan klorofil mungkin disebabkan oleh pemanasan global, tetapi bisa juga disebabkan oleh “variabilitas alami” dari peristiwa yang berhubungan dengan cuaca alami seperti El Niño atau La Niña.

Untuk menjelaskan peristiwa alam ini, para peneliti men-tweak model global sebelumnya yang digunakan untuk memprediksi perubahan fitoplankton sebagai respons terhadap kenaikan suhu dan pengasaman laut, serta memprediksi bagaimana perubahan iklim mempengaruhi fitoplankton. Sekarang, simulasi komputer dapat memperkirakan panjang gelombang cahaya tertentu yang diserap dan dipantulkan oleh laut tergantung pada jumlah dan jenis organisme di wilayah tertentu. 

Status Chl-a ( Chlorophyll a) dan variabilitas interannualnya untuk 1998-2015: a model yang sebenarnya; b model yang diturunkan seperti satelit (menggunakan algoritma dan model R RS, ); c Proyek turunan prakarsa Perubahan Iklim Warna Samudera (OC-CCI, v2). Variabilitas antar tahun didefinisikan sebagai simpangan baku dari rata-rata komposit tahunan (1998-2015): d model aktual; e Model satelit-seperti berasal; fOC-CCI, berasal dari satelit v2. Sumber: Nature Communications

“Sinar matahari akan masuk ke lautan, dan apa pun yang ada di lautan akan menyerap sinarnya, termasuk klorofil,” kata Dutkiewicz. “Benda-benda lain akan menyerap atau menyebarkannya. Jadi ini proses yang rumit, bagaimana cahaya dipantulkan kembali dari lautan untuk memberikan warnanya.”

Baca juga:  Curah Hujan Ekstrem Diketahui Saling Terhubung di Seluruh Benua

Ketika suhu global meningkat sebesar 3 ° C, yang diperkirakan sebagian besar ilmuwan terjadi pada tahun 2100, mereka menemukan gelombang cahaya biru dan hijau merespons lebih cepat, tetapi perubahan klorofil yang digerakkan oleh iklim diperkirakan dimulai segera setelah 2055.

“Kami menggunakan simulasi komputer dan perlu membuat asumsi tentang bagaimana manusia akan atau tidak akan mengubah konsumsi CO2 mereka,” kata Dutkiewicz. “Juga, masih ada aspek fitoplankton yang belum kita pahami dengan baik – seperti bagaimana pengasaman laut akan berdampak pada tingkat ekosistem.”

Leave a Reply