Listicle Sains & Teknologi Top 7

7 Fakta Menarik Tentang King Cobra

King Kobra adalah satu-satunya ular yang membangun sarang dan menjaga telurnya.

King Cobra atau Raja Kobra, seperti namanya, dianggap sebagai raja dari semua ular. Dengan gigitan yang dapat membunuh gajah dan penampilannya yang mengesankan, raja kobra dihormati dan ditakuti di seluruh jajaran gajah. Ular ini menyebar ke India dan Asia Tenggara di mana ia telah menginspirasi banyak cerita rakyat. 

Raja Kobra memainkan peran integral dalam budaya asli dan bahkan disembah di wilayah tertentu. Pelajari beberapa fakta mempesona tentang ular berbisa yang luar biasa ini, King Cobra.

Gigitannya Begitu Beracun Sehingga Bisa Membunuh Gajah

Meskipun racun raja kobra bukan yang paling kuat di antara ular-ular berbisa di dunia, jumlah racun yang disuntikkan dalam satu gigitan adalah yang membuat ular ini sangat mematikan. Raja kobra dapat menyuntikkan sebanyak dua persepuluh ons cairan racun ke korbannya. Dosis ini cukup untuk membunuh 20 manusia dewasa atau gajah.

King Cobra Adalah Ular Berbisa Terpanjang di Dunia

Raja kobra sangat besar! Dewasa spesies ini dapat mencapai panjang 3,18 hingga 4 m. Spesimen yang diketahui paling panjang memiliki ukuran 5,85 m.

King Cobra Adalah Reptil Nasional India Dan Fitur-Fitur Yang Menonjol Dalam Budaya India

Budaya India terkenal dengan penghormatannya terhadap makhluk-makhluk alam. Orang India menyembah banyak binatang termasuk ular berbisa paling mematikan. Ada tempat-tempat suci di India yang didedikasikan untuk ular dan festival merayakannya. Raja kobra juga sangat dihormati oleh orang India. Ular ini menonjol dalam mitologi dan cerita rakyat India. King cobra juga telah dipilih sebagai reptil nasional negara itu.

King Cobra Bukanlah Cobra Yang Sejati

Naja adalah genus ular elapid berbisa yang dikelompokkan dengan nama umum kobra. Genus ini memiliki sekitar 20 hingga 22 spesies tetapi karena berbagai revisi taksonomi dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pastinya bervariasi berdasarkan sumber. 

Namun, satu hal yang jelas, terlepas dari kata “kobra” dalam namanya, raja kobra bukanlah kobra sejati. Mereka bukan milik genus Naja tetapi merupakan satu-satunya spesies genus Ophiophagus. Kobra leher Afrika Selatan adalah spesies lain yang disebut kobra tetapi bukan anggota Naja.

King Cobra Memiliki Desis Geraman

Tidak seperti kebanyakan ular lain, Raja  Kobra dikatakan menggeram daripada mendesis. Kebanyakan ular mendesis pada frekuensi tinggi mulai dari 3.000 hingga 13.000 Hz dengan frekuensi dominan mendekati 7.500 Hz. Namun, king cobra adalah pengecualian karena mereka menggeram pada frekuensi lebih rendah dari 2.500 Hz. Mereka memiliki frekuensi dominan mendekati 600 Hz. 

Nada geraman raja kobra lebih dekat dengan suara manusia. Ular tikus juga membuat geraman serupa. Investigasi telah mengungkapkan bahwa raja kobra memiliki divertikula trakea yang beroperasi sebagai ruang beresonansi frekuensi rendah.

King Cobra Adalah “Pemakan Ular”

Nama generik raja kobra “Ophiophagus” berarti “pemakan ular.” Makanan ular ini terutama terdiri dari ular lain. Ia menyantap berbagai jenis ular, termasuk ular berbisa dan tidak berbisa seperti ular kobra, krait, ular sanca, dan ular tikus. 

Saat makanan langka, ia juga memburu kadal, tikus, dan burung. Setelah makan besar, ular itu dapat bertahan hidup selama beberapa bulan tanpa berburu karena laju metabolisme yang lambat.

Satu-Satunya Ular Yang Bersarang Dan Memiliki Induk Betina Berdedikasi

Raja kobra menunjukkan perilaku unik yang tidak terlihat pada spesies ular lainnya. Di sini, sang betina menggaruk daun dan puing-puing lain untuk membentuk gundukan tempat ia bertelur. Dia menetap dengan telurnya selama masa inkubasi dan sampai telurnya menetas. Selama ini, dia dengan giat menjaga telurnya dari ancaman yang mendekat.

Meskipun kebanyakan dari kita akan takut pada raja kobra yang mematikan dan tidak pernah mendekatinya dengan sengaja, sebaliknya Raja Kobra sebenarnya lebih terancam hidupnya dibanding kita. King cobra terdaftar sebagai spesies terancam punah di Daftar Merah IUCN. Populasi raja kobra terancam oleh hilangnya habitat karena deforestasi. Ular itu juga telah diburu untuk diambil dagingnya, kulitnya, dan digunakannya bagian tubuh mereka dalam pengobatan tradisional.

Artikel Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *