Listicle Top 7

7 Fakta Menarik Tentang Komodo

Komodo membunuh mangsanya dengan racun.

Komodo atau Varanus komodoensis adalah spesies kadal terbesar di dunia dan merupakan endemik ke pulau-pulau Indonesia Komodo, Gili Motang, Flores, dan Rinca. Kadal raksasa ini sangat berbeda sehingga menarik perhatian para ilmuwan dari seluruh dunia. Studi tentang predator ulung ini telah mengungkapkan banyak fakta unik tentang morfologi dan perilaku mereka. Berikut adalah beberapa fakta menarik terkait dengan komodo.

7. Kelahiran pada Perawan Mungkin Di Komodo

Komodo betina tidak selalu perlu kawin dengan jantan untuk melahirkan. Para peneliti menemukan bahwa dua dari betina naga yang hidup di penangkaran di Eropa ini bertelur tanpa adanya inseminasi dari jantan. Proses produksi keturunan tanpa pembuahan oleh pejantan disebut partenogenesis. Namun, fenomena ini hanya terlihat pada 0,1% vertebrata, suatu proses yang tidak terduga pada hewan yang serumit naga Komodo.

6. Serangan Komodo pada Manusia Dapat Fatal

Meskipun jarang, serangan kadal ini telah merenggut beberapa nyawa di penangkaran dan di alam liar. Menurut sebuah sumber dari Taman Nasional Komodo, 24 serangan oleh komodo termasuk 5 yang fatal dilaporkan antara tahun 1974 dan 2012. Pada tahun 1974, seorang turis Swiss yang menghilang di Pulau Komodo diyakini telah dibunuh dan dimakan oleh kadal ini. Pada tahun 2009, seorang pria lokal meninggal setelah dia dibunuh oleh dua naga ketika dia jatuh dari pohon.

5. Penampilan Komodo Dapat Menipu

Meskipun komodo tampak besar dan besar, mereka dapat berlari dengan sangat cepat. Dengan kecepatan penuh, hewan itu dapat berlari sekitar 12 mil per jam sementara rata-rata manusia hanya berlari 15 mil per jam. Jadi, lebih baik berlari secepat mungkin jika tertangkap di depan komodo yang mendekat.

4. Komodo Membunuh Mangsa Dengan Racun

Komodo (Varanus komodoensis) bertarung demi mangsa.

Di masa lalu, diyakini bahwa bakteri yang sangat kuat hadir dalam air liur komodo membunuh mangsanya oleh infeksi dan syok beracun. Namun, baru-baru ini para ilmuwan telah menemukan bahwa itu bukan bakteri tetapi racun yang dihasilkan oleh komodo yang mematikan mangsa mereka. Kadal ini adalah predator penyergap. Mereka berbaring menunggu hewan yang tidak curiga lewat, menerkamnya, dan mendaratkan gigitan berbisa pada mangsanya.

3. Komodo adalah Predator Tertinggi

Naga Komodo dirancang untuk menjadi predator yang sempurna. Memiliki sekitar 60 gigi melengkung, bergerigi yang panjangnya bisa mencapai 2,5 cm, dan lidah bercabang kuning. Kulitnya diperkuat oleh sisik lapis baja yang bertulang tulang kecil yang disebut osteodermata yang membuatnya berfungsi seperti rantai surat. Baju besi yang berat membuat kadal hampir tak tersentuh, predator utama dalam ekosistemnya. Baju besi alami tidak ada saat remaja tetapi menjadi lebih kuat dengan usia untuk membantu pertahanan.

Dengan adaptasi khusus mereka, naga ini menjadi pemburu sengit yang dapat mengkonsumsi mangsa sebesar kerbau. Mereka juga bisa makan 80% dari berat tubuhnya dalam satu kali makan.

2. Metabolisme Komodo Berbeda dengan Kadal Lainnya

Kecepatan tinggi dan daya tahan komodo lebih dari kadal manapun. Para ilmuwan percaya mereka telah menemukan rahasia fitur mengesankan dari komodo ini. Predator berdarah dingin ini memiliki beberapa adaptasi genetik yang mengubah aktivitas mitokondria mereka agar sesuai dengan mamalia.

1. Komodo Diketahui Mengkanibal yang Muda

Dengan tidak adanya mangsa lain atau bahkan dalam keadaan normal, Komodo dewasa mungkin memakan spesiesnya sendiri. Jadi, segera setelah menetas, Komodo muda memanjat pohon untuk menghindari dimakan oleh jenis mereka sendiri. Mereka mulai hidup di tanah begitu mereka telah mencapai panjang sekitar 4 kaki dan mereka yang selamat dapat menantikan umur panjang sekitar 3 dekade. Untuk menghindari dimakan oleh Komodo dewasa, Komodo muda juga diketahui berguling dalam kotoran sehingga memunculkan bau yang cenderung dihindari oleh orang dewasa.

Meskipun keterampilan dan adaptasi bertahan hidup yang ekstrem, naga Komodo adalah spesies yang rentan. Hewan-hewan ini umumnya cenderung menghindari manusia dan menghindar dari kehadiran manusia. Mereka tidak menyerang kecuali diprovokasi tetapi beberapa klaim anekdotal dari serangan yang tidak diprovokasi ada. Sebaliknya, manusia menimbulkan ancaman yang lebih besar terhadap spesies ini. Perburuan liar terhadap naga, habitat terbatas, menipisnya mangsa, dan tekanan pariwisata mengancam mereka. Mereka tidak tumbuh subur di penangkaran di mana mereka menjadi rentan terhadap berbagai infeksi. Karena itu, penting untuk menjaga habitat komodo aman dan melindungi spesies dari ancaman lain.