Sains & Teknologi Top 7

7 Penemuan Hebat yang Dilakukan oleh Wanita

Kontribusi para wanita untuk masyarakat kita tidaklah kecil, bahkan jika belum menerima penghargaan yang seharusnya mereka terima dalam sebagian besar catatan sejarah. Sebelum era modern, persepsi umum tentang wanita lebih berkaitan dengan peran mereka sebagai ibu rumah tangga daripada sebagai ilmuwan.

Meskipun para ilmuwan wanita sering ditolak dalam mendapatkan pengakuan atas prestasi mereka, mereka berperan besar atas banyak penemuan dan kemajuan dalam sains.  Berikut 7 penemuan penting yang dilakukan oleh wanita versi Kafe Kepo.

1. Struktur Galaksi Bima Sakti

Galaksi Bima Sakti. Credit: sciencedaily.com

Profesor Fisika Heidi Jo Newberg dari Rensselaer Polytechnic Institute terkenal karena kontribusinya bagi pengetahuan kita tentang struktur galaksi Bima Sakti . Bima Sakti adalah galaksi spiral yang tempat tata surya kita berada yang membentang sejauh setidaknya 100.000 tahun cahaya.

Newberg dan timnya menemukan bahwa Bima Sakti “memakan” bintang dari galaksi lain yang lebih kecil. Selain itu, mereka menemukan bahwa Bima Sakti berukuran lebih besar dari yang diyakini sebelumnya.

Pada tahun 2002, penelitian Newberg menemukan bahwa piringan Bimasakti bergelombang, dan menyarankan merevisi lebar galaksi menjadi sekitar 150.000 tahun cahaya, dari perkiraan sebelumnya yaitu 100.000 tahun cahaya . Namun, para ilmuwan masih memperdebatkan pengukuran ini.

2. DNA

Photo credit: Live ScienceRaymond Gosling

Tiga orang memenangkan Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1962 karena merintis penemuan apa yang sekarang kita kenal sebagai heliks ganda, bentuk molekul DNA. Namun penemuan itu sebenarnya dibuat oleh seorang wanita bernama Rosalind Franklin yang bekerja sama dengan timnya.

Dia tidak begitu menonjol diantara teman-temannya ketika mereka menerima penghargaan. Namun, dia memberikan kontribusi luar biasa untuk penemuan ini meskipun dia luput dari perhatian.

Hal itu dikarenakan dia berhasil mengambil foto DNA dari jarak dekat. Hasil foto itu menyerupai huruf “X”. Foto itu kemudian disebut “Photograph 51,” dan sebuah film yang mengisahkan Rosalind Franklin diproduksi dengan judul yang sama.

Penemuan ini telah membuka pemahaman terhadap cara kerja tubuh manusia lebih jaun dan membuat kemajuan luar biasa dalam dunia fisika, biologi, dan kimia.

3. Radiasi

Marie Curie, seorang ilmuwan Prancis yang lahir di Polandia, menemukan banyak hal terkait radiasi . Dia mempelajari radiasi secara mendalam, termasuk uranium dan thorium, dan menemukan keduanya sebagai bahan radioaktif. Dia juga menemukan cara untuk mengukur jumlah total radiasi.

Klaim utama yang membuatnya tenar adalah pernyataan yang berani (pada saat itu) bahwa radioaktivitas tidak bergantung pada bentuk unsur tetapi pada struktur atomnya . Dia adalah orang pertama yang menggunakan istilah “radioaktivitas” dan menemukan bidang studi ilmiah baru yang disebut fisika atom.

Marie Curie memenangkan Hadiah Nobel dua kali – untuk fisika pada tahun 1903 dan kimia pada tahun 1911.

4. Cahaya Lambat

Tahukah kamu bahwa kecepatan cahaya dapat melambat ? Ternyata hal ini memang bisa terjadi dalam dalam beberapa kondisi.

Kita bisa mengetahuinya karnea kontribusi fisikawan wanita dari Denmark, Lene Vestergaard Hau yang menemukan “cahaya lambat.” Di Pada ruang hampa udara, cahaya bergerak dengan kecepatan 299.792 kilometer per detik. Namun, ketika cahaya menembus suatu materi, ia melambat.

Dengan menyuntikkan cahaya ke dalam sesuatu yang disebut kondensat Bose-Einstein (keadaan materi pada suhu -273.15 °C ),
Lene Vestergaard Hau dan tim Harvardnya mampu memperlambat kecepatan cahaya menjadi hanya 27 kilometer per jam. Yang lebih mencengangkan lagi, timnya membuat cahaya berhenti dalam kondensat Bose-Einstein. 

Lene Vestergaard Hau dikenal dalam sejarah sebagai orang pertama yang benar-benar menghentikan cahaya.

5. Fisi Nuklir

Seorang wanita bernama Lise Meitner, salah satu dari duo penemu fisi nuklir, diabaikan pada tahun 1945 ketika Hadiah Nobel Kimia diberikan kepada tim kerjanya, seorang pria bernama Otto Hahn. Pria ini menerimanya sendiri untuk pekerjaan yang telah mereka berdua lakukan secara bersama.

Hal serupa juga terjadi sebelumnya pada tahun 1923, dimana dia menemukan transisi tanpa radiasi, yang mana penemuannya terabaikan dan dikreditkan ke Pierre Victor Auger, seorang pria yang menemukan hal yang sama dua tahun kemudian. Bahkan, fenomena ini dinamai “Auger effect” setelahnya.

Meitner mengenalkan istilah “fisi” pada awal 1939 dan menjelaskan prosesnya dalam sebuah makalah yang dia terbitkan dengan bantuan keponakannya, Otto Frisch. Fisi nuklir adalah proses yang nantinya akan menjadi instrumen dalam penciptaan bom atom.

6. Bagian Inti Bumi

Kredit foto: BBC

Bumi tersusun dari beberapa lapisan. Meskipun ada berbagai cara untuk mengkategorikan lapisan ini, kita akan membaginya menjadi kerak, mantel, inti luar, dan inti dalam, yang ditemukan oleh ahli seismologi Denmark, Inge Lehmann pada tahun 1936.

Inti luar adalah bagian dalam bumi yang cair, sedangkan inti dalam adalah bagian dalam bumi benar-benar padat. Penemuan inti dalam telah membantu kita menentukan usia Bumi serta banyak hal lainnya.

Dengan mengukur kecepatan pendinginan inti dalam bumi, inti dalam ditemukan cenderung mulai mengeras sekitar 0,5-2 miliar tahun yang lalu. Meskipun demikian, pertumbuhan inti bumi diyakini memainkan peran penting dalam menghasilkan medan magnet Bumi.

7. Virus HIV

Human Immunodeficiency Virus (HIV) telah menginfeksi lebih dari 70 juta orang dan membunuh lebih dari 35 juta sejak ditemukan pada 1980-an. 

Pada 2008, virolog wanita asal Prancis, Francoise Barre-Sinoussi berbagi Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran dengan Luc Montagnier dan Harald zur Hausen. Setengah dari peghargaan itu diberikan kepada Barre-Sinoussi dan Montagnier karena menemukan HIV. (Zur Hausen menerima setengah penghargaan lainnya karena menemukan virus human papilloma yang menyebabkan kanker serviks.)

Tim Barre-Sinoussi berusaha mencari tahu apa yang menyebabkan AIDS. Karena curiga itu retrovirus, mereka menemukannya ketika membedah kelenjar getah bening seseorang yang tertular AIDS.

Yang menakutkan, Barre-Sinoussi percaya bahwa penyembuhan untuk HIV hampir tidak mungkin dilakukan.

Artikel Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *