Sains & Teknologi Top 1

99% Bus Listrik Dunia ada di Cina

Durasi Baca: 2 menit

Ketika New York mengumumkan penambahan 15 bus listrik baru, hal ini menjadi berita besar. Bagaimanapun, pada akhir tahun lalu, hanya ada 300 bus listrik di seluruh Amerika. Tetapi di Cina, hal itu bukanlah hal besar. Dari 425.000 bus listrik di seluruh dunia pada akhir tahun lalu, sekitar 421.000 berada di Cina, menurut laporan terbaru Bloomberg .

Cina telah memimpin di dunia bus listrik, yang telah menjadi aturan standar di banyak kota Cina. Di Shenzhlen sendiri, sebuah kota berpenduduk 12 juta jiwa, memiliki armada lebih dari 16.000 bus listrik, dan itu membuat perbedaan besar. Bus listrik Cina menghemat lebih banyak diesel daripada semua mobil listrik dunia digabungkan .

Baca juga:  7 Negara yang Tidak Bergantung Bahan Bakar Fosil Untuk Kebutuhan Energi

Untuk mencapai implementasi berskala luas ini, Cina menggunakan pendekatan top-down (seperti yang biasa terjadi dengan negara Asia). Tujuan nasional diimplementasikan, baik bagi produsen maupun otoritas kota, dan kebijakan itu digunakan untuk memelihara persaingan yang produktif antara kota-kota besar. Sementara itu, di AS, yang terjadi adalah sebaliknya – pemerintah saat ini mengecilkan implementasi nasional transportasi rendah emisi, dan pasar lokal berusaha mengisi kekosongan. Bahkan negara-negara di Eropa, yang sedikit lebih baik daripada AS, memiliki 2.250 bus listrik, kebijakan belum cukup untuk memicu revolusi dalam transportasi listrik. Negara- negara Asia lainnya, meskipun ada beberapa kemajuan, juga tertinggal.

Baca juga:  Konsumsi Uni Eropa Terkait dengan Deforestasi Tropis, termasuk Indonesia.

Cina tidak memperlambat transisi ke bus listrik, dengan armada diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 600.000 bus pada tahun 2025, menurut laporan Bloomberg. Negara-negara lain di dunia diperkirakan juga akan menambah jumlahnya dan akan berjuang untuk mengejar ketertinggalan dengan Cina.

Bus sangat cocok untuk transisi ke mesin listrik: mereka mengikuti rute yang relatif pendek dan stabil dan dapat dengan mudah diisi ulang di antara terminal. Mereka juga mengangkut lebih banyak orang daripada mobil biasa, yang berarti bahwa dampak positif dimaksimalkan.

Bus listrik (seperti semua mobil listrik) hanya efektif jika listrik yang mereka gunakan berasal dari sumber terbarukan. Di Cina, itu tidak benar-benar terjadi, karena sebagian besar negara masih mengandalkan batubara (meskipun energi terbarukan terus meningkat)

Baca juga:  Pegunungan Alpen bisa Kehilangan 90% Es pada Tahun 2100

Kedua, negara-negara yang mengalami urbanisasi cepat seperti Cina menerapkan bus listrik secara langsung – sedangkan tempat-tempat lain, terutama di Eropa, melakukan transisi dari sistem sebelumnya ke bus hibrida. Di London, misalnya, ada 3.240 hibrida dan 96 bus listrik (dari armada 9.396). Bus hibrida ini, walaupun tidak seefektif yang listrik, juga membuat dampak positif.

Namun, gambaran besarnya jelas: ketika menyangkut bus listrik, Cina mendominasi. Kita hanya bisa berharap bahwa lebih banyak kompetisi akan muncul di bagian lain dunia.

Leave a Reply