shutterstock 1121896844 - Ada Berapa Jenis Galaksi?
Galaksi spiral dinamai berdasarkan bentuk bola mereka.

Galaksi adalah kumpulan benda yang mencakup bintang, planet, dan debu yang diikat oleh gravitasi. Kata galaksi berasal dari kata Yunani untuk “susu”, yang digunakan untuk menyebut galaksi Bima Sakti. Lengan Orion galaksi Bima Sakti adalah tempat tata surya kita berada, dan seperti kebanyakan galaksi, para ilmuwan yakin ada lubang hitam di pusatnya. Galaksi diklasifikasikan menjadi tiga jenis utama: elips, spiral, dan tak beraturan. Jumlah pasti galaksi di alam semesta belum ditentukan, meskipun perkiraan menunjukkan ada antara 200 miliar dan 2 triliun galaksi, yang tertua adalah GN-z11. Edwin Hubble membuat sistem yang digunakan untuk mengkategorikan galaksi.

Jenis Galaksi

Galaksi Elips

Galaksi elips biasanya berbentuk bola, dan dibentuk oleh galaksi yang lebih kecil yang bertabrakan satu sama lain. Galaksi-galaksi itu sangat beragam dan ukurannya sangat bervariasi, beberapa di antaranya memiliki hingga satu triliun bintang. Mereka tidak memiliki struktur yang rumit, tetapi bintang-bintang mengorbit pusat galaksi secara tidak menentu. Di dalam galaksi elips, sangat sedikit bintang baru yang terbentuk karena mengandung sangat sedikit gas atau debu. Bintang-bintang dalam galaksi elips biasanya lebih tua, beberapa di antaranya berusia setidaknya satu miliar tahun, dan cenderung menghasilkan cahaya merah. Para ilmuwan awalnya mengira galaksi elips berevolusi menjadi galaksi spiral. Namun, ini terbukti tidak benar. Galaksi elips raksasa seperti M87 memiliki lubang hitam supermasif di pusatnya, yang menurut teori para ilmuwan dapat memiliki massa yang setara dengan setidaknya satu miliar matahari.

Galaksi Spiral

Galaksi spiral dinamai menurut bentuk spiral yang dibentuk oleh lengannya. Galaksi Bima Sakti dan galaksi adalah beberapa galaksi spiral yang paling banyak dipelajari, sedangkan BX442 adalah yang tertua. Lengan galaksi spiral berbeda karena mereka terdiri dari bintang-bintang muda yang menghasilkan banyak cahaya terang, gas, dan debu. Para ilmuwan belum secara akurat menentukan bagaimana lengan-lengan itu terbentuk karena Bertil Lindblad membuktikan bahwa sangat tidak mungkin bahwa bintang-bintang itu selamanya membentuk spiral. Pusat galaksi terdiri dari kumpulan bintang tua yang padat dengan apa yang diyakini para ilmuwan sebagai lubang hitam supermasif di tengahnya.

Galaksi Tak Beraturan

Galaksi yang tidak termasuk dalam kelas tertentu diklasifikasikan sebagai galaksi tak beraturan. Mereka adalah sarang pembentukan bintang karena banyaknya debu dan gas di dalamnya. Galaksi tak beraturan adalah klasifikasi yang paling beragam, tetapi paling tidak lazim di alam semesta karena mereka hanya menyusun paling banyak seperempat dari total galaksi yang diamati. Pembentukan galaksi tak beraturan mungkin karena tabrakan dengan galaksi lain atau akibat gaya gravitasi.

Teleskop Luar Angkasa James Webb

Teleskop Luar Angkasa James Webb adalah teleskop terbaru yang dikembangkan untuk mengambil alih dari Teleskop Luar Angkasa Hubble. Ini akan menjadi teleskop paling kuat yang pernah dibuat, dan akan memungkinkan para ilmuwan untuk melihat lebih jauh ke alam semesta daripada sebelumnya. Para ilmuwan juga berharap bisa menggunakan teleskop untuk melihat asal mula galaksi pertama.

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here