Sains & Teknologi

Akhirnya, Wahana Luar Angkasa Jepang Berhasil “Menyentuh” Asteroid Ryugu

Wahana ini diperkirakan akan mendarat di Australia akhir tahun 2020, setelah menempuh jarak lebih dari 5 miliar kilometer.

Wahana ruang angkasa Jepang Hayabusa 2 telah berhasil menyentuh asteroid Ryugu dan mampu mengumpulkan sampel kecil untuk dibawa kembali ke Bumi untuk dianalisis. Pada pukul 6.42 sore EST (11.42 malam GMT) pada 21 Februari, wahana itu mendarat di asteroid dan mulai menembakkan peluru ke Ryugu. Teknik ini digunakan untuk menghasilkan gumpalan kecil awan debu asteroid yang kemudian dikumpulkan oleh Hayabusa.

Pesawat itu tidak menetap di permukaan. Dia mendekati tanah dengan tanduk sampel, dimana peluru 5-gram tantalum ditembakkan dengan kecepatan pada 300 meter per detik. Partikel yang dilepaskan oleh tumbukan dikumpulkan oleh tanduk. Sejauh ini, penyelidikan telah mengumpulkan dua sampel, dari total tiga sampel yang direncanakan.

Kurang dari dua jam setelah pengumpulan berlangsung, Hayabusa diberi kembali ke orbit survei di sekitar asteroid. Ketika terbang, pesawat ini mengambil gambar menunjukkan bekas dia mendarat. Medan yang tertutup kerikil sama sekali tidak seperti yang diharapkan para peneliti. Mereka mengira tanah Ryugu akan ditutupi bubuk halus. Permukaan yang lebih kompleks adalah alasan mengapa touchdown ditunda. Para peneliti di JAXA, Badan Antariksa Jepang, masih memerlukan banyak waktu untuk menemukan lokasi terbaik untuk mengumpulkan sampel.

Gambar diambil oleh Hayabusa setelah touchdown dari ketinggian 30m atau kurang. 
JAXA, Universitas Tokyo, Universitas Kochi, Universitas Rikkyo, Universitas Nagoya, Institut Teknologi Chiba, Universitas Meiji, Universitas Aizu., AIST

Pengambilan sampel ketiga dijadwalkan berlangsung pada bulan April 2019. Sampel yang akan diambil merupakan bagian bawah permukaan sehingga koleksinya akan sangat menarik. Wahana antariksa itu akan menembakkan proyektil 2,5-kilogram menggunakan propelan bahan peledak dari jarak 500 meter. Dan diharapkan untuk membuat kawah selebar 2 meter serta melepaskan banyak material. Saat ini Hayabusa akan menunggu beberapa minggu sebelum turun dan mengumpulkan sampel terakhirnya.

Setelah sampel ketiga dikumpulkan, pesawat ruang angkasa akan melanjutkan pengamatan ilmiahnya. Hayabusa 2 sudah berhasil  mendaratkan tiga rover di permukaan Ryugu pada 2018. Yang keempat akan didaratkan pada Juli 2019. Pada akhir tahun, Hayabusa 2 akan menyalakan mesin ion dan mulai kembali ke Bumi. Pesawat itu dijadwalkan tiba pada Desember 2020. Wahana ini diperkirakan akan mendarat di Australia, setelah menempuh jarak lebih dari 5 miliar kilometer.

Tapi itu mungkin bukan akhir dari perjalanan Hayabusa 2. Wahana ini masih memiliki cukup bahan bakar untuk memperpanjang misinya, sehingga mungkin dikirim untuk mengunjungi asteroid lain di dekat Bumi.