Home Sains & Teknologi Miniticle Sains Apa Arti Kecerdasan Sebenarnya?

Apa Arti Kecerdasan Sebenarnya?

5
0

Einstein sendiri menyatakan, “Tanda kecerdasan sebenarnya bukanlah pengetahuan tetapi imajinasi.”

Istilah kecerdasan menggambarkan suatu kode yang sulit untuk dipecahkan. Secara sederhana, kecerdasan adalah kemampuan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Tetapi pengetahuan dan keterampilan apa, dan bagaimana bisa mengukur ragam pengetahuan dan keterampilan? Lebih jauh, mengapa beberapa orang, seperti Albert Einstein, memiliki kecerdasan superior?

Dalam dunia akademik, kecerdasan cenderung diukur dengan menggunakan Intelligence Quotient Test (IQ). Psikolog Prancis Alfred Binet dan Theodore Simon mengembangkan tes kecerdasan modern pertama pada tahun 1904.

Setiap tahun, sekelompok peserta tes menetapkan kecerdasan rata-rata, diwakili oleh skor 100. Sejak dimulai tes pertama, setiap generasi tampaknya memiliki perkembangan kecerdasan, sebuah fenomena yang disebut efek Flynn. Ketika peserta tes mengikuti tes IQ generasi sebelumnya, mereka hampir selalu mendapat skor lebih dari 100. Tapi itu tidak berarti kita lebih cerdas dari kakek-nenek kita — kita mungkin hanya lebih baik dalam mengerjakan tes.

Tes bakat (aptitude) adalah salah satu cara mengukur kecerdasan, tetapi para cendekiawan mencatat bahwa sebagian besar tes bakat membias dari sudut pandang penulis tes. Sebagai contoh, Isaac Asimov, seorang novelis dan profesor biokimia, pernah menulis bahwa dia percaya dirinya lebih pintar daripada montirnya. Tetapi jika montirnya merancang tes kecerdasan, Asimov menulis bahwa dia pasti akan gagal.

Selama bertahun-tahun, banyak peneliti mengaitkan ukuran tengkorak dengan skor tes kecerdasan tinggi. Tetapi pada tahun 2007, setelah beberapa dekade penelitian, ahli saraf Rex Jung dan Richard Haier menerbitkan sebuah penelitian yang menggambarkan 37 studi neuroimaging IQ yang berbeda. Hasil yang mengejutkan menunjukkan bahwa kecerdasan berhubungan bukan dengan ukuran atau struktur otak, tetapi lebih kepada seberapa efisien informasi berjalan melalui otak.

Para ilmuwan menemukan lobus frontal dan parietal memainkan peran paling penting dalam kecerdasan. Area-area ini juga mengendalikan perhatian, ingatan, dan bahasa, yang diyakini Jung dan Haier bukanlah suatu kebetulan. Namun, para ilmuwan saraf menemukan bahwa kecerdasan tersebar di seluruh otak; tidak ada satu wilayah pun yang sepenuhnya bertanggung jawab.

Mungkin ini menjelaskan mengapa beberapa orang memiliki bakat artistik, kemampuan matematika, atau kemampuan musik yang lebih tinggi. Karena tidak ada struktur tunggal yang bertanggung jawab untuk kecerdasan umum, berbagai jenis desain otak dapat menghasilkan berbagai jenis kecerdasan.

Dengan memahami proses kecerdasan yang terjadi di seluruh bagian otak, akan dapat membantu meningkatkan IQ. Ini juga dapat membantu orang dengan cacat intelektual atau mengalami masalah perkembangan otak. Meneliti dengan dalam proses dalam ketika belajar sesuatu bisa menjadi bantuan penting bagi anak-anak di sekolah. Tetapi bahkan tes IQ pun tidak bisa menjelaskan semua jenis kekuatan otak.

“Tanda kecerdasan sebenarnya bukanlah pengetahuan tetapi imajinasi.”

Albert Einstein

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here