shutterstock 715554457 - Apa itu Pusat Galaksi?
Debu antarbintang membuat pusat galaksi Bima Sakti tampak seperti kabut.

Ada banyak galaksi yang ada di alam semesta. Namun, pusat keberadaan bumi adalah Galaksi Bima Sakti. Bimasakti berusia antara 13 dan 15 miliar tahun. Ia memiliki 100 miliar bintang dan diameter 100.000 tahun cahaya. Di dalam Bima Sakti, ada dua pusat yang kuat. Yang pertama adalah matahari sedangkan yang lainnya adalah pusat galaksi. Pusat galaksi adalah sumber mataharinya matahari. Itu adalah inti dari Bima Sakti. Galaksi terkadang bisa bergabung sehingga menyebabkan pembentukan bintang dengan cepat. Para ilmuwan memperkirakan bahwa Galaksi Bimasakti kemungkinan akan bergabung dengan Galaksi Andromeda untuk membentuk Milkomeda.

Apa itu Pusat Galaksi?

Pusat galaksi adalah pusat rotasi galaksi. Dalam konteks Galaksi Bima Sakti bumi, pusat galaksi terletak di dalam konstelasi Sagitarius. Jaraknya 27.000 tahun cahaya dari bumi dan memiliki tonjolan bintang yang mengelilinginya. Bintang-bintang dalam satu parsec dari pusat galaksi berjumlah 10 juta. Bintang-bintang tersebut didominasi oleh raksasa merah dan raksasa masif seperti 100 OB. Debu antarbintang menutupi pusat galaksi membentuk “kabut” di atasnya. 

Akibatnya, menjadi sulit untuk mengamati pusat galaksi dengan menggunakan ultraviolet biasa atau panjang gelombang sinar-X yang lembut. Untuk melihat pusat galaksi, sinar gamma yang kuat dan sinar-X yang kuat digunakan. Selain bintang-bintang, pusat galaksi juga memiliki gas dengan kepadatan yang sangat tinggi dan suhu yang tinggi pula. Selain itu, angin galaksi yang kuat dan plasma panas dalam jumlah besar juga ada.

Misteri Pusat Galaksi

Misterinya adalah bahwa pusat galaksi memiliki lubang hitam supermasif. Lubang hitam supermasif terbentuk dari kombinasi ratusan dan ribuan lubang hitam kecil dalam rentang waktu tertentu. Lubang hitam terbentuk ketika bintang asli terbakar dan menghilang. Bintang-bintang dikompresi dan membentuk titik pusat yang disebut “lubang”. Lubang hitam memiliki gaya gravitasi yang sangat besar sehingga setiap benda yang mendekatinya akan tertarik ke dalamnya.

Lubang hitam supermasif yang ditemukan di Galaksi Bimasakti sangat menarik. Massanya sekitar 4 juta kali lipat ukuran matahari. Biasanya, lubang hitam hanya 20 kali lebih besar dari Matahari. Juga, bahkan dengan teleskop terkuat di dunia, para astronom tidak dapat melihat lubang hitam supermasif ini. Mereka hanya dapat memastikan keberadaannya melalui pengaruhnya terhadap benda-benda di sekitarnya. Bukti keberadaannya adalah pergerakan bintang-bintang yang mengelilinginya dalam gerakan elips seolah-olah sedang mengitari objek tertentu. Para astronom juga menemukan gelombang radio yang kuat di sekitar titik yang disebut Sagitarius A *. Lubang hitam supermasif diyakini berada di titik ini.

ARTIKEL TERKAIT


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here