Sains & Teknologi

Apa Perbedaan Antara Jenis Kabut: Mist, Haze, dan Fog?

Mist, haze, dan fog, semua tipe kabut mengurangi visibilitas.

Mist

Mist merupakan kabut yang terbentuk ketika udara hangat dan lembab tiba-tiba mendingin karena suhu dingin. Akibatnya, tetesan air menggantung di atmosfer yang menghalangi penglihatan. Kabut menghalangi penglihatan dalam jarak kurang dari atau sama dengan satu kilometer. Ini terjadi secara alami karena kondisi cuaca alami dan dengan cepat menghilang karena kurang padat daripada kabut. Namun, dalam beberapa skenario unik, kabut dapat disebabkan secara buatan. Contoh dari contoh seperti itu adalah kabut yang dibuat oleh tabung aerosol.

Haze

Haze adalah kabut yang timbul dari suspensi partikel kecil dan kering di udara. Partikel-partikel ini terlalu kecil untuk dilihat atau dirasakan tetapi mengurangi visibilitas. Ini terbentuk melalui pantulan sinar matahari dari polutan udara yang berkumpul jauh dari sumber polusi  udara. Kabut asap yang terjadi secara alami meliputi asap dari api, debu, dan aerosol penurun visibilitas seperti gas sulfur dioksida yang dipancarkan melalui pembakaran. Sebagian besar polutan yang menyebabkan kabut seringkali buatan manusia.

Fog

Fog merupakan kabut yang mengacu pada tetesan air yang menggantung di atmosfer sehingga visibilitas berkurang. Kelembaban dalam kabut berasal dari sumber terdekat seperti sungai, danau, rawa, atau laut. Industri penerbangan mendefinisikan kabut dalam hal seberapa jauh seseorang dapat melihat. Sebagai hasilnya, mereka mendefinisikan kabut ketika seseorang dapat melihat kurang dari 3.280 kaki (yang berjarak 1 km) jauhnya. Sebaliknya, definisi militer tentang kabut adalah ketika seseorang dapat melihat kurang dari 650 kaki (yaitu 0,198 km). Di Inggris, jarak pandang kurang dari 330 kaki dianggap kabut untuk tujuan mengemudi.

Ada berbagai jenis kabut fog. Beberapa jenis terbentuk oleh pendinginan udara sementara yang lain sebagai akibat dari penguapan

Kabut fog radiasi terbentuk ketika tidak ada angin dan biasanya dingin. Ini terjadi pada awal pagi musim dingin. Di sisi lain, kabut fog lembah terjadi di lembah dan dapat berlangsung beberapa hari karena medan geografisnya yang unik. Kabut lereng muncul di lereng bukit dan daerah pegunungan sedangkan kabut pesisir terjadi di sepanjang pantai. Kabut penguapan terbentuk di atas badan air yang dilewati oleh udara yang lebih dingin sedangkan kabut adveksi terjadi ketika udara lembab melewati permukaan dingin yang mengarah ke efek pendinginan. 

Jenis lain dari kabut fog termasuk kabut beku, kabut hujan es, kabut frontal, dan kabut es.

Pembentukan kabut dimulai dengan perbedaan antara suhu udara dan titik embun menjadi kurang dari 4,5 derajat Fahrenheit. Selain itu, kondisi lainnya adalah kelembaban relatif normal 100%. Uap air mengembun menjadi cairan mungil yang menggantung di udara. Biasanya, kabut menyebabkan hujan ringan dalam bentuk gerimis atau salju ringan.

Persamaan Antara Mist, Haze, dan Fog

Kesamaan pertama adalah bahwa Mist, Haze, dan Fog semuanya menyebabkan berkurangnya jarak pandang bagi pejalan kaki dan pengemudi di jalan. Kedua, ketiga kondisi cuaca menghalangi penglihatan yang jelas untuk beberapa waktu sebelum akhirnya menghilang.

Perbedaan Antara Mist, Haze, dan Fog

Perbedaan pertama adalah bahwa kabut fog biasanya berlangsung lebih lama daripada kabut dan kabut. Kedua, sementara kabut asap (haze) berhubungan langsung dengan polusi udara, sedangkan kabut fog dan mist terkait dengan kadar air di udara. Ketiga, batasan mist biasanya di permukaan tanah sedangkan haze dan fog muncul lebih tinggi di atas tanah. Keempat, sementara jarak pandang seseorang terbatas pada kurang dari 1 km dalam kabut fog, kabut mist biasanya memungkinkan seseorang untuk melihat melampaui 1 km.

Artikel Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *