Home Kesehatan Apa Yang Dimakan Astronot Di Luar Angkasa?

Apa Yang Dimakan Astronot Di Luar Angkasa?

21
0

Ada berbagai jenis makanan yang diawetkan secara khusus sebagai makanan para astronot di luar angkasa.

Ada berbagai jenis makanan yang diawetkan khusus yang bisa dimakan para astronot di luar angkasa. Menu pada Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) biasanya terdiri dari lebih dari seratus item termasuk makanan utama dan pencuci mulut yang telah disiapkan. 

Buah segar juga dikonsumsi di ISS, dan mereka disimpan dalam tas khusus dan dapat dikonsumsi dalam beberapa hari. Awalnya, Amerika Serikat dan Uni Soviet adalah kekuatan antariksa yang dominan, tetapi ketika negara-negara lain bergabung, begitu pula beragam makanan di luar angkasa.

Astronot Jepang menyantap makanan dengan sumpit. Kredit: NASA

Evolusi Makanan Luar Angkasa

Ketika manusia mulai menjelajah ke luar angkasa, para ilmuwan telah menghadapi kebutuhan untuk mengembangkan konsumsi makanan dalam gayaberat mikro. Makanan yang dikembangkan harus ringan, tahan lama, mudah dikonsumsi, mudah hancur, dan bergizi cukup. Hasilnya adalah kandungan nutrisi yang dapat dimakan dalam tabung seperti pasta gigi yang dapat diremas. 

Pada 1961, Yuri Gagarin, seorang kosmonot Rusia, mengkonsumsi makanan luar angkasa pertama yang terdiri dari daging bubur diikuti oleh saus cokelat, keduanya dalam tabung yang bisa diremas. Tahun berikutnya John Glenn menjadi astronot AS pertama yang makan di luar angkasa. Makanannya terdiri atas bubur daging sapi dan sayuran yang tersimpan di dalam tabung. Glenn dan rekan-rekan astronotnya juga membantu menguji makanan lain yang termasuk potongan gandum hancur yang dilapisi dengan gelatin untuk menghindari makanan yang hancur dan kering-beku. 

Makanan yang distabilkan secara termo kemudian diperkenalkan, dan para astronot diizinkan menggunakan sendok dan garpu. Pada tahun 1973, peluncuran Skylab NASA ke ruang angkasa dilakukan dengan beberapa kemajuan teknologi yang memungkinkan para astronot untuk tetap di ruang angkasa selama berbulan-bulan. Didalamnya terdapat kulkas dan nampan khusus untuk menampung dan menghangatkan makanan.

Makanan luar angkasa (space food). Sumber: National Space Centre, Leicester, UK

Makanan Astronot Amerika

Astronot Amerika terutama memakan makanan lezat mulai dari ikan bakar pedas, pai sosis, daging sapi panggang kentang, salad tuna, dan roti mentega. Bumbu seperti mustard, mayones, dan saus tomat tersedia.  Garam dan lada juga tersedia dalam bentuk cair untuk mencegah partikel terbang. Pada 2009, para astronot Amerika bahkan menikmati kalkun asap dan iradiasi, isian roti jagung kering, kacang hijau, dan manisan ubi jalar. Item menu favorit lainnya termasuk yogurt, spageti, saus pedas, makaroni & keju, tortilla dan bungkus, udang, dan kacang yang dilapisi cokelat.

Makanan Kosmonot Rusia

Para kosmonot Rusia menikmati beragam makanan, termasuk kue madu, roti hitam, keju Rusia, puyuh, tombak Polandia, ham, dan sturgeon. Pada 2013, item baru pada menu juga diperkenalkan. Mereka termasuk dadih susu wijen, jamur Rusia, dan sup sayuran.

Makanan Astronot Jepang

Makanan luar angkasa Jepang terdiri dari makanan tradisional yang mengekspresikan identitas budaya negara yang berbeda. Makanannya termasuk ikan tomat, bakso, mie kari, kacang-kacangan, dan sayuran gunung. Atas permintaan astronot Jepang, sembilan makanan baru telah dikembangkan. Mereka termasuk sushi tahu goreng, tempura soba, mie Udon, berbagai macam panekuk, dan ayam goreng bawang.

Makanan Astronot Cina

Menu luar angkasa Cina terdiri dari beragam daftar item yang mewakili  budaya Cina . Makanannya termasuk daging babi parut dalam saus bawang putih, kue beras, nasi goreng, acar mustard, acar beras, teh susu, dan Saus Char Siu.

Makanan Luar Angkasa Masa Depan

Manusia telah terus menerus menghuni Stasiun Luar Angkasa Internasional sejak tahun 2000. Dengan pelajaran yang dipetik tentang nutrisi luar angkasa, berbagai badan antariksa saat ini merencanakan misi awak ke Mars. Masa simpan makanan adalah perhatian utama untuk misi yang menantang. Dalam beberapa tahun terakhir NASA telah mengeksplorasi berbagai metode budidaya makanan di luar angkasa. Telah ada keberhasilan dalam menanam selada romaine merah. Teknik lain, seperti makanan cetak 3D, juga sedang dieksplorasi.

Contoh makanan astronot dengan menggunakan 3D printing. Kredit: Designboom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here