Home Kesehatan Bagaimana Cara Kanker Menghindari Sistem Kekebalan Berulang Kali ?

Bagaimana Cara Kanker Menghindari Sistem Kekebalan Berulang Kali ?

117
0

Para ilmuwan menemukan mekanisme baru di mana sel-sel kanker menghindari sistem kekebalan tubuh untuk memajukan agenda mereka sendiri: menyerang, melipatgandakan, dan menyebar.  Mengidentifikasi mekanisme ini membuat para peneliti berharap bahwa mereka dapat menerapkan penemuan mereka untuk menciptakan strategi baru yang efektif untuk menghentikan kanker.

Mereka menemukan bahwa sel-sel kanker menghasilkan protein yang disebut CD155 terlarut, yang pada gilirannya memblokir aktivitas kekebalan anti-kanker yang normal. Menghambat sistem kekebalan tubuh kemudian membuka pintu lebar-lebar bagi sel-sel kanker untuk mendirikan kemah, yang persis seperti yang dilihat para peneliti ini terjadi di paru-paru model tikus percobaan.

CD155 terlarut adalah protein di mana-mana diproduksi di dalam tubuh, dan fungsinya sebagian besar terkait dengan migrasi dan pengembangan sel. Ketika peneliti mengamati kadar serum tinggi yang larut dalam CD155 pada pasien kanker, mereka sampai pada pertanyaan yang jelas: bagaimana CD155 terlarut terlibat dalam pengembangan dan penyebaran kanker?

Ternyata CD155 larut mengikat tiga protein lain, yang semuanya diekspresikan dalam sistem kekebalan:

  • DNAM1
  • Tigi
  • CD96

Dalam studi baru mereka, para peneliti mengubah sel melanoma B16 / BL6 untuk menghasilkan CD155 terlarut. Kemudian, mereka menyuntikkan sel-sel ini ke dalam A) tikus normal, B) tikus secara genetik kekurangan TIGIT, dan C) tikus secara genetik kekurangan CD96. Para peneliti melihat pertumbuhan sel kanker di paru-paru secara signifikan lebih besar dalam skenario ini daripada ketika mereka menyuntikkan sel melanoma yang tidak diubah ke dalam kelompok tikus yang sama.

Namun, para peneliti mengamati efek yang berlawanan ketika sel-sel melanoma yang diubah disuntikkan ke tikus-tikus yang secara genetik kekurangan DNAM-1, menunjukkan bahwa protein ini mungkin berperan dalam mendorong pertumbuhan kanker.

Pada bagian kedua penelitian, mereka mengamati tidak ada perbedaan antara kelompok tikus ketika mereka menghabiskan tikus dari sel pembunuh alami (NK). Ini adalah sel-sel dalam sistem kekebalan bawaan, atau non-spesifik, yang dikenal karena serangan yang ditargetkan terhadap kanker dan invasi patogen. Para peneliti akhirnya menyadari bahwa CD155 yang larut mencegah sel-sel NK melepaskan protein-protein beracun-kanker dengan mengikat pada DNAM-1.

“Ini adalah hasil yang mengejutkan yang menunjukkan bagaimana protein tunggal dapat secara drastis mengubah nasib tumor,” kata penulis yang terkait Kazuko Shibuya. “Oleh karena itu menargetkan CD155 yang dapat larut dapat menjadi strategi baru yang kuat untuk mengobati kanker.”

Sumber: Nature ImmunologyUniversity of TsukubaJournal of Experimental Medicine

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here