Home Sains & Teknologi Bagaimana Sebenarnya Gravitasi Bekerja?

Bagaimana Sebenarnya Gravitasi Bekerja?

73
0

Kita umumnya mungkin tidak benar-benar memikirkannya dengan serius, tetapi kita tahu gravitasi memengaruhi setiap gerakan. Seringkali kita melihat hujan turun, melempar bola ke udara, atau menjatuhkan pensil. Tanpa gravitasi di mana-mana, kita akan terbang ke luar angkasa, bersama dengan segala sesuatu yang lain di Bumi. Alam semesta itu sendiri akan menjadi lanskap kacau dari benda-benda planet yang meluncur tanpa tujuan melalui ruang dan sering bertabrakan.

Apa itu gravitasi dan bagaimana cara kerjanya? Jawabannya sederhana: Kita tidak yakin telah mengetahuinya. Sampai hari ini, misteri gravitasi belum terpecahkan.

Pada 1687, Isaac Newton menggambarkan gravitasi sebagai gaya, mengklaim bahwa pada dua benda di alam semesta memiliki suatu daya tarik menarik satu sama lain. Matahari mengerahkan gravitasi di semua planet, menjaga mereka di orbit. Demikian pula, sebaliknya planet-planet mengerahkan gravitasi pada Matahari dan pada semua planet lain. Kekuatan hubungan ini ditentukan oleh massa benda dan jarak diantara mereka. Semakin besar massa dari dua benda dan semakin dekat benda-benda itu satu sama lain, semakin kuat tarikan gravitasi.

Selama lebih dari 200 tahun, teori gravitasi Newton tidak tertandingi. Lalu datang Albert Einstein. Pada awal 1915, Einstein, dalam teorinya tentang teori relativitas umum, menjelaskan hal itu gravitasi adalah kelengkungan dalam kontinum ruang-waktu, atau “bentuk” dari ruang-waktu. Einstein mengklaim bahwa massa suatu objek menyebabkan ruang di sekitarnya menekuk, atau melengkung.

Untuk memahami fenomena ini, bayangkan sebuah bola yang berat diletakkan di atas selembar karet. Daerah ditempati oleh bola menjadi terdistorsi, karena massa bola. Bola kecil lainnya menggelinding pada karpet ke arah benda yang lebih berat karena bola yang berat melengkungkan lembaran. Menurut Einstein, benda-benda langit tidak merasakan kekuatan gravitasi, melainkan mengikuti alam kelengkungan ruang-waktu.

Hipotesis alternatif terbaru untuk teori gravitasi Einstein menyatakan bahwa partikel-partikel itu disebut graviton, yang dipancarkan oleh Bumi, menyebabkan gaya gravitasi antar objek. Tapi graviton tidak pernah ditemukan dan, sampai saat ini, tetap bersifat hipotesis. Namun gagasan lain menyatakan bahwa gravitasi adalah hasil dari gelombang gravitasi, yang dihasilkan oleh interaksi antara dua atau lebih massa, seperti penggabungan dua galaksi atau orbit dua lubang hitam. Seperti halnya graviton, gelombang gravitasi tidak pernah terdeteksi.

Dan misteri gravitasi yang besar tetap tidak terpecahkan. Dan tanpa menemukan rahasianya, manusia mungkin tidak pernah benar-benar memahami cara kerja alam semesta.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here