Kesehatan Miniticle Sains

Bakteri Usus dan Depresi Diketahui Saling Berkaitan

Durasi Baca: 1 menit

Mikrobioma usus telah menjadi pusat gelombang penelitian baru selama beberapa tahun terakhir. Dalam sebuah studi baru-baru ini, para peneliti telah menunjukkan bahwa bakteri usus mengubah perilaku terkait depresi serta tanda-tanda peradangan usus pada tikus.

Para peneliti menemukan bahwa stres mengubah populasi bakteri usus pada hewan pengerat tertentu yang kemudian menunjukkan perilaku depresi. Kemudian mereka juga mencangkokkan bakteri usus yang rentan stres ke tikus yang tahan stres dan akhirnya juga menunjukkan tanda-tanda depresi.

Para peneliti menemukan terapi baru yang didasarkan pada transplantasi bakteri usus mungkin penting untuk mengobati kondisi kejiwaan seperti depresi.

Baca juga:  Mikrobioma Usus Menjadi Penyebab Memburuknya Kesehatan Jantung pada Lansia

“Meskipun masih banyak penelitian yang masih harus dilakukan, kita dapat membayangkan aplikasi masa depan di mana kita dapat meningkatkan pengetahuan tentang interaksi microbiome-otak untuk mengobati gangguan kejiwaan manusia,” kata Bhatnagar. “Orang sudah mengonsumsi probiotik yang dijual bebas sebagai suplemen. Jika kita akhirnya dapat memvalidasi efek perilaku menguntungkan dari bakteri tertentu, kita dapat mengatur perawatan psikiatris baru. “

Dukungan pendanaan untuk penelitian ini berasal dari Badan Penelitian Proyek Pertahanan Lanjutan (DARPA) dan Kantor Penelitian Angkatan Darat AS.

Penelitian hubuangan antara stres dan jenis bakteri usus. Kredit: Nature

Baca selengkapnya: Children’s Hospital of Philadelphia 
Publikasi IlmiahMolecular Psychiatry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *