Listicle Sains & Teknologi Top 1

Burung Endemik Indonesia Yang Terancam Punah

Indonesia memiliki jumlah spesies burung endemik tertinggi di antara negara mana pun di dunia, banyak di antaranya sangat terancam.

Indonesia memiliki jumlah spesies burung endemik tertinggi di antara negara mana pun di dunia, banyak di antaranya sangat terancam.  Untuk dapat dikatakan endemik suatu organisme harus ditemukan hanya di suatu tempat dan tidak ditemukan di tempat lain. Seperti halnya Indonesia dikenal sebagai bagian dari burung langka dan endemik, negara ini juga merupakan rumah bagi beberapa burung yang terancam punah di dunia. 

Deforestasi, perburuan, dan tindakan perlindungan yang tidak memadai telah menjadi kontributor utama bagi kelestarian fauna unggas negara yang terancam.

Lorikeet Berwajah Biru (Charmosyna toxopei)

Sumber: Pinterest

Blue-Fronted Lorikeet (Charmosyna toxopei) adalah spesies nuri endemik yang terbatas di Pulau Buru Indonesia. Populasi spesies ini kecil, karena degradasi habitatnya yang berkelanjutan. Penampakan burung yang langka telah dilakukan di hutan ketinggian menengah. Burung itu tergantung pada nektar dan serbuk sari pohon berbunga sebagai makanannya. 

Bayan hidup berpasangan dan dapat membentuk kelompok hingga 10 anggota. Penebangan yang parah di pulau itu telah menjadikan burung tersebut terancam punah. Karena terus berkurangnya jumlah, Gunung Kapalat Mada dan kawasan lindung Waeapo didirikan untuk memfasilitasi keberlanjutannya.

Cuckoo Tanah Sumatra (Carpococcyx Viridis)

Sumber: Steemit

Cuckoo Tanah Sumatra ( Carpococcyx Viridis) hanya mendiami Pulau Sumatera, Indonesia. Burung itu berukuran panjang sekitar 55 sentimeter, dan merupakan spesies kukuk yang hidup di hutan. Burung ini ditandai dengan ekor dan sayap hitam kehijauan, kaki hijau, mahkota hitam, warna hijau kusam di mantel, di sisi leher, di punggung atas, di dada atas dan punggung bawah serta biru dan hijau di kulit telanjang di sekitar mata. 

Mayoritas penampakan burung ini terjadi di Pegunungan Barisan, dan masih merupakan spesies langka untuk dilihat. Populasi burung telah menurun, dan situasi dikaitkan dengan perburuan dan penggundulan hutan. Banyak kawasan lindung di Pegunungan Barisan adalah rumah bagi beberapa spesimen burung seperti Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Siau Scops-Owl (Otus manadensis siaoensis)

Sumber: HBW Alive

Siau Scops-Owl (Otus manadensis siaoensis) adalah burung hantu endemik di Pulau Siau, Indonesia. Siau Scops-Owl adalah burung hantu penghuni hutan kecil, ditandai dengan kepala dan kaki yang besar. Burung hantu juga memiliki sayap dan ekor yang halus dan biasanya tumbuh hingga 17 sentimeter. Tidak banyak informasi yang diketahui tentang burung ini karena kelangkaannya. Terkadang dianggap punah, keberadaannya sebagian besar didasarkan pada penegasan masyarakat setempat. Mengingat bahwa Pulau Siau bukan pulau besar dan memiliki sedikit vegetasi, populasi Burung Hantu Siau-selalu selalu sederhana. Deforestasi yang berkelanjutan di Pulau Siau telah diidentifikasi sebagai ancaman utama bagi kelestarian burung tersebut.

Raja Berkulit Hitam (Symposiachrus boanensis)

Sumber: HBW Alive

The Black-Chinned Monarch (Symposiachrus boanensis) adalah burung langka yang ditemukan di Pulau Boano, Indonesia. Rentang habitat burung ini adalah hutan semak tropis / subtropis lembab dan hutan dataran rendah di pulau itu. Burung ini berwarna hitam dengan bagian bawah berwarna putih dan dagu hitam yang khas. Burung itu mungkin menetap dan lebih suka ketinggian yang lebih tinggi dari pulau itu. Karena populasinya yang sudah kecil, burung ini sangat rentan terhadap deforestasi yang berkelanjutan di Pulau Boano.

Melindungi Burung Indonesia

Burung-burung Indonesia yang terancam punah lainnya yang kritis termasuk Lapwing Jawa (Vanellus macropterus), Sangihe Shrikethrush (Coracornis sanghirenis) , Burung Lalat- Terbang-Burung Ceri (Eutrichomyias rowleyi), Burung Layang-Paru Biru Rueck (Cyornis ruckii), Banggai Gagak ( Corvile Crow ) Sangihe White-Eye ( Zosterops nehrkorni ), dan Bali Starling (Leucopsar rothschildi) . Pemerintah Indonesia terus menghadapi tugas besar untuk melindungi keanekaragaman hayati burung negara yang kaya dari degradasi habitat, perburuan liar, perdagangan hewan peliharaan, dan dampak perubahan iklim.

Manakah Burung Endemik Yang Sangat Terancam Punah Di Indonesia?

Lapwing Jawa, jalak Bali, mata-putih Sangihe, gagak Banggai, raja berdagu hitam, sariawan shrike Sangihe, burung selada Siau, burung cuckoo tanah Sumatra, dan lorikeet biru (the blue-fronted lorikeet) adalah beberapa burung endemik Indonesia yang terancam punah.

Burung Terancam Punah Endemik di IndonesiaNama ilmiah
Lapwing Jawa
Vanellus macropterus
Lorikeet Berwajah Biru
Charmosyna toxopei
Cuckoo Tanah Sumatra
green Carpococcyx
Siau Scops-Owl
Otus siaoensis
Sangihe Shrikethrush
Coracornis sanghirensis
Caculean Paradise-Flycatcher
Rueck’s Blue-Flycatcher
Eutrichomyias rowleyi
Cyornis ruckii
Raja Berkulit Hitam
Pabrik Boanensis
Cradle Crow
Corvus unicolor
Sangihe White-Eye
Zosterops nehrkorni
Bali Starling
Leucopsar rothschildi