Nenek moyang kita memiliki sejarah panjang dalam membangun bangunan tempat tinggal menggunakan tanah liat dan bahan berserat nabati. Bahkan hingga saat ini, banyak masyarakat adat yang masih mempraktekkan teknik membangun rumah yang serupa. 

Ini tidak mengherankan, karena tanah liat, bahan mirip tanah berbutir halus yang kaya akan aluminium, besi, magnesium, dan silikat, cukup melimpah di seluruh dunia. Terlebih lagi, dalam bentuk basahnya tanah liat dapat dibentuk dan ideal untuk membuat batu bata dan ubin. Saat dikeringkan, struktur yang terbuat dari tanah liat menjadi padat dan seperti batu, memberikan dukungan struktural dan berat yang baik. 

Para ilmuwan di Texas A&M University melaporkan metode yang sangat efisien untuk membangun rumah murah, menggunakan teknologi pencetakan 3-D dan peralatan kimia berbasis tanah liat. Reaksi mereka didasarkan pada perancah silikon / oksigen ikatan silang yang mengikat partikel tanah liat. Matriks siloksan tanah liat ternyata merupakan bahan yang dapat diekstrusi (coba gambarkan sebagai “tinta”) untuk printer 3-D aditif. Tim berharap inovasi mereka dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca yang terkait dengan penggunaan coment, dan mempromosikan metode yang efisien dalam membangun unit rumah yang terjangkau.

Penelitian terbaru ini dipublikasikan di jurnal  Frontiers in Materials .

Sumber:

C&EN via Youtube

printfriendly button - Cara Baru Membangun Rumah: Pencetakan 3-D dengan Tanah Liat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here