Miniticle Sains

Dari Bagian Otak Mana Mimpi Marah Berasal?

Durasi Baca: 1 menit

Para peneliti telah mengidentifikasi pola aktivitas otak yang memprediksi kemarahan yang dialami selama bermimpi, menurut sebuah penelitian baru terhadap orang dewasa sehat yang diterbitkan JNeurosci. Penelitian ini berpotensi menginformasikan upaya untuk memahami dasar ilmu saraf dari konten emosional mimpi buruk, sebagai bagian dari berbagai gangguan mental dan tidur.

Para peneliti mengumpulkan rekaman EEG dari peserta studi yang sehat selama studi tidur pada dua malam yang terpisah. Electroencephalogram (EEG) adalah tes yang mendeteksi aktivitas listrik di otak menggunakan cakram logam kecil (elektroda) yang melekat pada kulit kepala. Sel-sel otak berkomunikasi melalui impuls listrik dan aktif setiap saat, bahkan ketika sedang tidur. Aktivitas ini ditampilkan sebagai garis bergelombang pada rekaman EEG. Segera setelah lima menit gerakan mata cepat (REM-Rapid Eye Movement), yang berhubungan dengan mimpi, para peserta studi terbangun dan bertanya tentang mimpi mereka. Ditemukan bahwa peserta studi menampilkan aktivitas otak pita alpha yang lebih besar di korteks frontal kanan dan bukan kiri, baik saat terbangun di malam hari, maupun pada tidur REM yang mana mengalami lebih banyak kemarahan dalam tidur mereka.

Diagram pengukuran EEG Otak. Sumber: Health Research

Tanda tangan neural yang disebut frontal alpha asymmetry (FAA) ini mungkin merupakan indikator universal pengaturan emosi dan mempelajari ini bisa menjadi penting karena bisa memberi kita wawasan tentang mimpi buruk yang umum terjadi pada beberapa gangguan mental dan tidur.

Baca juga:  Masalah Pernapasan Saat Tidur Terkait dengan Kematian Serangan Jantung

Baca selengkapnya: Society for Neuroscience (via ScienceDaily) 
Publikasi ilmiah: Journal of Neuroscience

Leave a Reply