Listicle Top 1

Dimana Danau Lava Terbesar Di Dunia?

Danau lava terbesar di dunia terletak di Republik Demokratik Kongo.

Danau lava adalah sejumlah besar lava cair yang cair, biasanya bersifat basaltik, yang mungkin sebagian atau seluruhnya padat. Ketika benar-benar padat, danau lava kadang-kadang disebut sebagai danau lava beku. 

Danau lava di Gunung Nyiragongo, yang terletak di Republik Demokratik Kongo (DRC), umumnya dianggap sebagai danau lava terbesar dalam sejarah baru-baru ini. Kedalamannya bervariasi tergantung pada terjadinya letusan gunung berapi tetapi diyakini telah mencapai kedalaman maksimum 10.660 kaki pada tahun 1977 setelah letusan besar-besaran. Namun, baru-baru ini, danau lava di Gunung Nyiragongo memiliki kedalaman yang tercatat sekitar 8.900 kaki.

Danau Lava Gunung Nyiragongo

Danau lava terbesar di dunia di Gunung Nyiragongo terletak di Republik Demokratik Kongo (DRC). Lebih khusus lagi, danau ini terletak di dalam Taman Nasional Virunga, sekitar dua belas mil di utara kota Goma.  Gunung Nyiragongo adalah stratovolcano aktif yang merupakan bagian dari Pegunungan Virunga, yang merupakan bagian dari Albertine Rift yang lebih besar yang meliputi bagian dari Republik Demokratik Kongo, Uganda, Rwanda, Burundi, dan Tanzania. Daerah ini berisi tujuh gunung berapi lainnya, salah satunya juga aktif. Nyiragongo berarti “gunung merokok” dalam bahasa lokal, yang sesuai mengingat bahwa gunung berapi yang terbentuk secara alami dianggap sebagai gunung berapi paling aktif di Afrika.

Sebagai gunung berapi aktif yang mengandung danau lava permanen terbesar di dunia, Gunung Nyiragongo telah menjadi tujuan unik bagi pelancong dan pendaki. Gunung berapi ini ditandai oleh kerucutnya yang simetris dan kumpulan besar lava cair berwarna kemerahan. 

Diklasifikasikan sebagai stratovolcano, Gunung Nyiragongo terdiri dari berbagai lapisan lava yang dipadatkan dan bahan vulkanik lainnya seperti abu, tephra, dan batu apung. Gunung berapi Afrika naik ke ketinggian 11.380 kaki dan kawah utamanya berukuran lebih dari satu mil lebarnya dan berisi sepasang struktur yang dikenal sebagai bangku lava.

Erupsi

Sejak 1882 Gunung Nyiragongo telah meletus minimal 34 kali. Pada 10 Januari 1977, karena melemahnya dinding kawah danau lava, sejumlah besar lava cair mengalir ke desa di bawahnya. Aliran lava mencapai rekor kecepatan 40 mil per jam, dan dalam waktu 30 menit seluruh danau lava telah dikosongkan, mengakibatkan kematian 70 penduduk di desa-desa terdekat. Menanggapi letusan mematikan, pada tahun 1991 Gunung Nyiragongo ditetapkan sebagai salah satu dari enam belas Gunung Berapi Dekade oleh Asosiasi Vulkanologi Internasional dan Kimia Bagian Dalam Bumi (IAVCEA). Perbedaan ini diberikan kepada gunung berapi yang harus dipelajari lebih lanjut karena ancaman signifikan yang ditimbulkan terhadap populasi lokal di dekatnya.

Letusan lain dilaporkan pada 1982-1983 dan 1994. Letusan besar lainnya terjadi pada 17 Januari 2002, ketika gunung berapi Gunung Nyiragongo memicu pelepasan jumlah karbon dioksida dan metana yang mematikan, serta memicu sejumlah gempa bumi yang menyertainya. Meskipun 400.000 penduduk lokal ditempatkan di bawah perintah evakuasi, total 245 kematian dilaporkan. Selain itu, 120.000 penduduk lainnya kehilangan tempat tinggal setelah 4.500 bangunan hancur, baik oleh lava atau aktivitas gempa.

Karena Gunung Nyiragongo dianggap sebagai ancaman yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat, gunung berapi dipantau dengan ketat untuk aktivitas vulkanik oleh para ilmuwan di Observatorium Vulkanik Goma. Setiap sepuluh menit suhu gunung berapi diperiksa dan setiap empat menit sekali data seismik dikumpulkan. Upaya ini bertujuan untuk mencegah kerusakan dan kematian lebih lanjut.