Miniticle Sains

Hujan Meteor Menyebabkan Hilangnya Air di Bulan

Para peneliti telah menemukan bahwa hujan meteor di Bulan mampu melepaskan uap air untuk waktu yang singkat ke atmosfer. Sementara model sebelumnya telah meramalkan hal ini, fenomena itu diamati untuk pertama kalinya. Untuk melepaskan air ini, meteor harus menembus minimal 3 inci di bawah permukaan Bulan.

Sementara Bulan tidak memiliki jumlah air yang signifikan di atmosfer, ada bukti bahwa ia memiliki air (H2O) dan hidroksil (OH) yang merupakan spesies air yang lebih reaktif.

Bukti baru ini bisa menjelaskan mengapa ada endapan es di kutub Bulan. Hasil ini penting karena air ini dapat menjadi sumber potensial untuk mempertahankan eksplorasi jangka panjang Bulan dan ruang angkasa.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa air dilepaskan dari bulan selama hujan meteor. Ketika setitik puing meteor menabrak bulan, ia menguap saat tumbukan, menciptakan gelombang kejut di tanah bulan. Untuk meteor yang cukup besar, gelombang kejut ini dapat menembus lapisan atas tanah yang kering dan melepaskan molekul air dari lapisan terhidrasi di bawah ini. Pesawat ruang angkasa LADEE mendeteksi molekul-molekul air ini saat mereka memasuki atmosfer bulan yang lemah. Penemuan ini menyediakan sumber daya potensial untuk eksplorasi di masa depan, dan itu meningkatkan pemahaman kita tentang masa lalu geologis bulan dan evolusinya yang berkelanjutan.
Kredit: NASA / Goddard / Dan Gallagher
Siklus air bulan seperti yang disarankan oleh pengamatan NMS. Sumber: Nature

Baca selengkapnya: NASA 
Publikasi Ilmiah Nature Geoscience