Listicle Top 1

Inilah Unsur-Unsur Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Yang Diakui UNESCO

Tarian Saman, Keris Indonesia, Pinisi, dan lainnya adalah beberapa elemen warisan budaya takbenda Indonesia.

Indonesia memiliki budaya dan warisan yang kaya yang dilestarikan dengan baik dan dilindungi oleh orang-orang di negara ini. Dalam artikel ini terdapat beberapa elemen warisan budaya takbenda Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO. Mereka adalah sebagai berikut:

8. Tari Saman

Tari Saman yang memiliki daya tarik tersendiri. Sumber: RomaDecade

Orang-orang Gayo di Aceh, Sumatra, melakukan tarian Saman. Tarian ini dibawakan oleh pemuda atau pemudi yang mengenakan kostum hitam dengan motif Gayo yang penuh warna. Pemimpin rombongan duduk di tengah dan menyanyikan ayat-ayat dalam bahasa Gayo sementara sisanya mulai menari. Ayat-ayat itu bisa bersifat religius, lucu atau romantis. Pertunjukan tari Saman memberikan gambaran sekilas tentang kehidupan dan budaya orang Gayo.

7. Keris

Koleksi antik keris Indonesia. Sumber: Pinterest

Keris adalah belati unik dan asimetris yang hanya dibuat di Indonesia.  Belati digunakan baik sebagai senjata dan simbol spiritual di negara ini. Ini telah digunakan selama berabad-abad di Indonesia. Belati memiliki selubung yang biasanya terbuat dari kayu. Bilahnya sempit dan memiliki dasar yang lebar dan asimetris. Dekorasi logam pada bilah keris memberikan nilai estetika padanya. Proses pembuatan keris sangat memakan waktu dan membutuhkan keahlian yang luar biasa. Sejarah dan spiritualitas yang kaya dikaitkan dengan belati ini. Di banyak keluarga, keris diperlakukan sebagai pusaka keluarga dan diwariskan turun-temurun. Belati sering dikaitkan dengan status sosial, kepahlawanan, kekuatan magis, dll.

6. Teater Wayang

Teater wayang kulit. Sumber: Asia Society

Ini adalah bentuk dongeng kuno menggunakan boneka dan gaya musik kompleks yang bahkan dipraktikkan saat ini. Bentuk seni pertunjukan ini berasal dari Jawa. Selama berabad-abad, itu sangat populer di istana kerajaan Jawa dan Bali. Boneka yang digunakan adalah kerajinan tangan dan terdiri dari dua jenis utama, boneka kayu 3-D, dan boneka bayangan kulit yang rata. Drum gamelan dan instrumen perunggu digunakan untuk memainkan melodi selama pertunjukan. Pertunjukan boneka tidak hanya digunakan untuk hiburan tetapi juga untuk menyebarkan pesan tentang masalah sosial dan politik.

5. Batik

Pembuatan batik. Sumber: tinuku

Segala jenis tekstil atau garmen dari batik Indonesia merupakan barang yang musti dibeli untuk wisatawan yang berkunjung ke Indonesia. Ini melibatkan teknik pakaian katun dan sutra hand-dyeing. Batik memainkan peran integral dalam kehidupan orang Indonesia. Anak-anak dibawa dalam gendongan batik yang menampilkan simbol keberuntungan. Bahkan orang mati diselimuti batik penguburan. Pakaian batik juga dikenakan dalam kehidupan sehari-hari oleh orang-orang di negara ini. Pakaian batik juga dikenakan pada ritual dan upacara tertentu.

4. Angklung

Bermain angklung. Sumber: Travelingyuk.com

Angklung adalah alat musik tradisional Indonesia. Rangka bambu digunakan untuk menggantung dua hingga empat tabung bambu yang diikat dengan tali rotan. Tabung dibuat dengan hati-hati untuk menghasilkan not yang berbeda ketika bingkai yang menahannya diketuk atau diguncang. Beberapa pemain alat musik ini tampil bersama untuk menghasilkan melodi. Pengetahuan tentang bentuk musik ini diturunkan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

3. Tiga Genre Tari Tradisional Di Bali

© 2010 by Centre for Research and Development of Culture

Tarian tradisional Bali hadir dalam tiga genre, yang dimaksudkan untuk hiburan murni, sakral, dan semi sakral. Para penari termasuk laki-laki dan perempuan. Mereka mengenakan pakaian tradisional yang berwarna-warni dengan motif bunga dan fauna emas. Tarian tersebut melambangkan budaya Bali, kepercayaan agama, dan unsur-unsur alam. Anak-anak di rumah tangga Bali biasanya dilatih secara informal dalam bentuk tarian ini. Ini membantu melestarikan dan melindungi kepercayaan dan budaya tradisional masyarakat.

2. Pinisi

Kapal Pinisi. Sumber: Gemintang.com

Warisan Indonesia yang tidak berwujud ini adalah Seni Pembuatan Kapal di Sulawesi Selatan. Ini adalah jenis kapal khusus yang dikenal sebagai ‘sekunar Sulawesi’. Teknik-teknik ini telah dikembangkan selama berabad-abad dalam sejarah Austronesia. Beberapa pusat pembuatan kapal tersebar di seluruh negeri. Beberapa yang terbesar dari pusat-pusat ini adalah Bira, Tana Beru, dan Batu Licin. Di tempat-tempat ini, lebih dari mayoritas penduduk bergantung pada navigasi dan pembuatan kapal untuk mencari nafkah. Pengetahuan dan keterampilan Pinisi diturunkan dari generasi ke generasi dalam lingkaran keluarga.

1. Noken

Noken Sumber: Phinemo

Noken adalah kerajinan tangan yang dibuat di provinsi Papua Barat dan Papua di Indonesia. Ini adalah tas jaring yang dirajut atau diikat yang terbuat dari daun atau serat kayu. Penduduk setempat menggunakan tas ini untuk berbagai keperluan seperti membawa hasil perkebunan, bayi atau hewan kecil, untuk penyimpanan rumah, belanja, dll.