Home Sains & Teknologi Krisis Iklim Bakal Berdampak Banyak pada Anak-Anak

Krisis Iklim Bakal Berdampak Banyak pada Anak-Anak

34
0

Banyak yang sudah merasakan dampak perubahan iklim di seluruh dunia. Gelombang panas, badai hebat, dan banjir telah memengaruhi manusia dari segala usia. 

Namun, sebuah laporan baru dari jurnal medis The Lancet  memperingatkan bahwa kesehatan anak-anak yang lahir sekarang akan sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim kita sepanjang hidup mereka. Laporan itu menyatakan, “tanpa intervensi yang dipercepat, era baru ini akan datang untuk menentukan kesehatan orang di setiap tahap kehidupan mereka.”

Laporan ini merupakan hasil kolaborasi penelitian dari 35 institusi akademik dan badan-badan PBB di seluruh dunia. Kontributor meliputi ilmuwan iklim, ahli geografi, insinyur, ahli makanan dan transportasi, ekonom, dan banyak lagi. Video di bawah ini menampilkan ringkasan laporan.

Laporan ini menggunakan 41 indikator utama di lima domain utama untuk memberikan profil yang diperbarui setiap tahun tentang perubahan iklim dan dampak kesehatan terkait. 

Menurut ringkasan eksekutif dari laporan tersebut, anak-anak yang lahir hari ini akan memasuki “dunia yang lebih dari empat derajat lebih hangat daripada rata-rata pra-industri.” Kekhawatiran utama termasuk produksi dan keamanan pangan, transmisi penyakit, polusi udara, kondisi cuaca ekstrem ( termasuk panas ekstrem). Masalah-masalah ini dapat memiliki efek bola salju dan risiko yang menyebabkan migrasi, kemiskinan, konflik kekerasan, dan penyakit mental.

Sebuah artikel dari Scientific American mengenai laporan itu menyatakan bahwa dampak kesehatan dimulai saat lahir dengan risiko lebih tinggi dari berat badan lahir rendah dan kematian. Melalui risiko masa kanak-kanak dan remaja termasuk potensi masalah paru-paru, serangan asma, dan penyakit yang ditularkan serangga. Selain itu, orang dewasa yang lebih tua berisiko lebih tinggi karena panas yang ekstrem. Menurut laporan itu, pada tahun 2018, tambahan 220 juta orang dewasa yang lebih tua (berusia di atas 65) terkena setidaknya satu gelombang panas.

Tidak semua berita buruk, karena laporan itu menyatakan bahwa beberapa wilayah di dunia mulai beradaptasi. Lima puluh persen negara dan 69% kota yang dinilai melaporkan memulai atau menyelesaikan penilaian risiko perubahan iklim atau rencana adaptasi. Selain itu, 70 negara melaporkan implementasi layanan meteorologi yang berfokus pada sektor kesehatan, dan 109 negara melaporkan “implementasi kerangka kerja darurat kesehatan nasional sedang hingga tinggi.”

Meskipun demikian, laporan Lancet sangat merekomendasikan “ambisi dan tindakan yang dipercepat” untuk menjaga kenaikan suhu dunia di bawah dua derajat Celsius yang disepakati secara global.

Sumber: The Lancet , Scientific American

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here