Sains & Teknologi Top 1

Level Karbondioksida Atmosfer Mencapai Rekor Tertinggi dalam Jutaan Tahun Sejarah, 415 ppm !

Durasi Baca: 2 menit

Dalam waktu kurang dari satu abad, manusia telah berhasil melakukan hal yang tercela dalam meningkatkan kadar CO2 di atmosfer hingga lebih dari 100 bagian per juta (ppm). Seperti setiap tahun, stasiun cuaca mengukur tingkat rekor baru CO2 di atmosfer dan menurut data dari Observatorium Mauna Loa di Hawaii, konsentrasi CO2 di atmosfer sekarang lebih 415 ppm, lebih tinggi dibanding sepanjang eksistensi manusia di bumi.

Beberapa percaya bahwa pemanasan global, yang bertanggung jawab atas setidaknya naiknya 1ºC (1,8ºF) pemanasan dibandingkan dengan tingkat Zaman pra-Industri, telah memicu situasi yang tidak dapat dibalik sehingga kita akan melihat banyak lapisan es kutub mencair. Apa pun masalahnya, dampak perubahan iklim buatan manusia sangat terasa di seluruh dunia sekarang Kutub Utara, yang menghangat dua kali lebih cepat dari rata-rata global,  kehilangan hampir satu juta kilometer persegi  lapisan es laut musim dingin sejak 1979 – wilayah itu dua kali lebih luas dari Texas. Gelombang panas dan kekeringan lebih sering terjadi dan setiap tahun sepertinya merupakan yang terhangat yang pernah tercatat. 

Leval Karbondioksida Atmosfer dalam 800 ribu tahun terakhir. Sumber: Keeling Curve
Level Karbondioksida Atmosfer dalam 1 abad terakhir. Sumber: Keeling Curve

Para ilmuwan di National Oceanic and Atmospheric Administration dan Scripps Institution of Oceanography telah mengukur karbon atmosfer sejak 1958 ketika program itu dimulai oleh almarhum Charles David Keeling. Grafik yang terkenal dan terus diperbarui yang menunjukkan percepatan kenaikan CO2 di atmosfer, yang dikenal sebagai Kurva Keeling (ditunjukkan di atas), kurva ini dinamai sesuai namanya.

Baca juga:  Siberia Bisa Menjadi Layak Huni Pada 2080 Karena Perubahan Iklim

Angka terbaru yang tercatat mencapai 415,26 ppm CO2, hal ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam jutaan tahun. Terakhir kali ini terjadi, selama Zaman Pliosen, dimana Arktik tertutup pepohonan dan permukaan laut global 25 meter lebih tinggi dari hari ini.

Peningkatan CO2 tahun ini di atmosfer sebagian didorong oleh kondisi El Nino – perubahan suhu permukaan laut Samudera Pasifik tropis. Kondisi ini menghangatkan dan mengeringkan ekosistem tropis, mengurangi penyerapan karbon, dan memperburuk kebakaran hutan. Namun, sejauh ini faktor utama yang bertanggung jawab atas tren kenaikan ini adalah pembakaran bahan bakar fosil.

Baca juga:  Tak Disangka, Tanda-tanda 'Kepunahan Massal Keenam' Telah Menghampiri Kita!

Video berikut menerangkan bagaimana cara karbondioksida diukur:

Menurut sebuah studi tahun 2017, jika dunia berlanjut dengan kondisi seperti ini, pada tahun 2050 kadar CO2 dapat naik melampaui apa pun yang telah dilihat atmosfer Bumi dalam 50 juta tahun terakhir (600 ppm). Itu mungkin bukan akhir dari segalanya – kehidupan bumi pernah bangkit dari kondisi itu sebelumnya – tetapi perubahan ini terlalu cepat dan brutal bagi hewan untuk beradaptasi. Banyak spesies saat ini akan merasa sulit (jika bukan tidak mungkin) untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut dalam waktu yang singkat. Adapun manusia, perubahan iklim mengancam masyarakat melalui kenaikan permukaan laut, cuaca ekstrim yang lebih sering, gelombang panas, dan kekurangan makanan.

Baca juga:  7 Negara yang Tidak Bergantung Bahan Bakar Fosil Untuk Kebutuhan Energi

Semua tanda mengarah ke bencana yang akan datang jika kita tidak melakukan sesuatu. Ini berarti beralih ke pembangkit energi nol-emisi (terbarukan) secepat mungkin. Tapi itu tidak cukup – kita juga perlu meningkatkan penangkapan dan penyerapan karbon dengan menanam lebih banyak hutan dan mengembangkan teknologi baru yang dapat dengan aman mengunci kelebihan karbon dari atmosfer.

Baca selengkapnya : USA Today
Publikasi ilmiah: Scripps UCSD

    Like
    Like Love Haha Wow Sad Angry

    Leave a Reply