shutterstock 83394460 1024x681 - Mamalia Mana yang Memiliki Gigi Paling Banyak?
Armadillo raksasa memiliki lebih banyak gigi daripada mamalia lainnya.

Menempati daftar hewan dengan gigi paling banyak umumnya makhluk laut seperti lumba-lumba dan hiu. 

Jumlah gigi bervariasi tergantung pada spesiesnya, tetapi hiu banteng diketahui memiliki sekitar 1.500 gigi sementara beberapa spesies lumba-lumba memiliki hingga 250 gigi. 

Namun, dari semua hewan darat di dunia, armadillo raksasa (Priodontes maximus) memiliki jumlah gigi paling banyak. Jumlah giginya berkisar dari delapan puluh hingga seratus.

Deskripsi Fisik

Armadillo raksasa (Priodontes maximus) adalah kelompok armadillo terbesar yang ada. Ia memiliki pita berengsel yang melindungi tubuhnya. Ia juga memiliki sekitar tiga atau empat pita di lehernya. 

Armadillo raksasa memiliki tubuh coklat tua dengan garis-garis kuning muda di sepanjang sisinya. Warna kepalanya berkisar dari kuning pucat hingga putih. Armadillo raksasa tidak memiliki rambut di tubuh tetapi hanya beberapa helai yang menonjol di antara sisik. 

Dalam hal berat, armadillo raksasa dewasa memiliki berat antara 18,7kg hingga 32,5kg dan panjangnya berkisar antara 75cm hingga 100cm. 

Gigi armadillo raksasa, baik geraham maupun premolar, memiliki penampilan yang serupa. Gigi tidak memiliki email dan tumbuh terus menerus sepanjang hidup hewan.

Habitat dan Distribusi

Armadillo raksasa berdiam di area terbuka dengan padang rumput Cerrado. Mereka juga berkembang dengan baik di hutan dataran rendah. Armadillo raksasa dominan di Amerika Selatan bagian utara. 

Spesies ini juga tumbuh subur di Paraguay dan Brasil Timur meskipun jarang. Di selatan, distribusi armadillo raksasa pergi sejauh provinsi utara Argentina termasuk Chaco, Salta, Formosa, dan Santiago del Estero.

Perilaku

Armadillo raksasa hidup menyendiri. Karena mereka tidak dapat berguling menjadi bola pelindung, armadillo raksasa bersembunyi dari pemangsa di liang mereka di siang hari dan muncul di malam hari. 

Armadillo raksasa diketahui menggali lubang yang lebih besar daripada armadillo lainnya. Pintu masuk lubang lebarnya sekitar 43 cm. Setelah melahirkan, armadillo raksasa betina menutup pintu masuk lubang untuk melindungi yang muda dari pemangsa.

Diet

Armadillo raksasa menggali mangsanya menggunakan cakar depan. Mereka terutama mengkonsumsi rayap, namun, mereka juga dikenal memakan laba-laba, semut, dan cacing serta invertebrata kecil lainnya. 

Armadillo raksasa memiliki indera penciuman yang tajam yang membantunya melacak mangsanya. Kadang-kadang, armadillo raksasa memakan buah-buahan dan telur burung.

Reproduksi

Armadillo raksasa betina memiliki dua puting susu. Mereka melahirkan satu anak per tahun. Betina menyapih anak-anak mereka pada usia tujuh sampai delapan bulan. 

Namun, menurut laporan terbaru, hanya ada sedikit informasi tentang reproduksi armadillo raksasa. Ini karena anak-anak mereka tidak muncul dari liang.

Ancaman dan Tindakan Konservasi

Armadillo raksasa menghadapi ancaman di seluruh habitatnya karena penggunaannya sebagai daging. Penduduk setempat sering merebus armadillo raksasa karena dagingnya kaya akan protein. 

Selain itu, penduduk setempat menjual hewan ini di pasar gelap. Seringkali, yang hidup mati saat dalam perjalanan karena penanganan yang buruk.

Menebang pohon untuk menciptakan lahan pertanian juga telah menyebabkan hilangnya habitat mereka. Ini telah membawa penurunan besar dalam jumlah armadillo raksasa.

Daftar Merah Serikat Konservasi Dunia mengkategorikan armadillo raksasa sebagai spesies yang paling rentan pada tahun 2002. Di negara-negara seperti Argentina, Peru, Kolombia, dan Brasil, armadillo raksasa dilindungi oleh hukum. 

Perdagangan armadillo raksasa dilarang oleh Convention on International Trade in Endangered Species (CITES).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here