Home Kesehatan Mengapa Kita Menua?

Mengapa Kita Menua?

60
0

Saat ini banyak orang menggantungkan harapan mereka pada diet, suplemen, olahraga, atau operasi plastik. Ini tak lepas dari fakta terkait umur manusia, dan banyak dari kita tidak suka terlihat atau merasakan penuaan. Tapi bagaimana kalau kita bisa memperlambat proses penuaan?

Para ilmuwan menyebut proses aging senescence, atau penuaan biologis. Mengapa kita menua?

Menurut profesor Sandra Hunter, Universitas Marquette, jawabannya sederhana: “Kematian sel … yang pada akhirnya menyebabkan sistem tidak berfungsi dan seluruh tubuh mati. ”Misalnya, serabut otot dan saraf yang terhubung dengannya secara bertahap mati, menyebabkan hilangnya kekuatan yang dimulai pada usia 50 dan terus berlanjut setelahnya.

Pertanyaan yang lebih dalam bagi para ilmuwan adalah, mengapa sel-sel mati? Ada beberapa teori terkait itu, dan kemungkinan besar kombinasi keduanya menjelaskan proses penuaan. Satu teori bertumpu pada kerusakan oksidatif. Proses sel normal melepaskan molekul berbahaya yang disebut radikal bebas oksigen. Zat dalam tubuh yang disebut antioksidan menetralkan beberapa di antaranya, tetapi beberapa radikal bebas lolos dan merusak sel. Kerusakan oksidatif terkait dengan penyakit dan kondisi seperti penyakit jantung, diabetes, dan Alzheimer.

Teori-teori lain mengaitkan kematian sel pada gen, yang membatasi seberapa sering sel dapat bereplikasi. Suatu bagian dari kromosom kita, yang disebut telomer, semakin pendek dengan setiap pembelahan sel sampai mereka begitu pendek sel tidak dapat membelah lagi. Seperti radikal bebas, telomer yang pendek telah dikaitkan dengan sejumlah penyakit.

Gen-gen tertentu mungkin juga mengendalikan masa hidup seluruh organisme. Penelitian tentang cacing menunjukkan bahwa ketika para ilmuwan memutasikan gen yang terkait dengan proses penuaan, mereka dapat memperpanjang umur cacing hingga empat kali rentang hidupnya normal. Jika gen serupa ada pada manusia dan dapat diubah dengan cara yang sama, orang bisa hidup hingga 300 tahun.

Pada percobaan tikus, mengurangi asupan kalori sebanyak 30 persen dari apa asupan normal dapat memperpanjang masa hidupnya. Para ilmuwan memperkirakan bahwa diet ekstrem yang serupa dapat memiliki efek yang sama pada manusia. Dan penelitian pada manusia menunjukkan bahwa diet dan olahraga dapat berperan dalam memperpanjang telomer.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here