Akhir-akhir ini , beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, Amerika Serikat, Jerman, dan Austria mulai mengembangkan ganja sebagai obat.

Meskipun demikian, hal tersebut masih menjadi perdebatan lantaran secara evidence based atau bukti ilmiah manfaat kesehatan dari ganja atau marijuana belum terlalu kuat.

Selain itu menurut penelitian terbaru, banyak pengguna ganja yang mengabaikan memberi tahu dokter mereka tentang bagaimana mereka menggunakan zat tersebut. Perlu dipahami, bahwa ganja memiliki sejumlah efek pada tubuh, serta berinteraksi dengan obat anestesi, dan sangat penting bagi dokter untuk mengetahui konsumsi ganja pada pasien saat ada kebutuhan tindakan medis untuk operasi

operasi - Mengapa Pengguna Ganja Harus Memberitahu Dokter Sebelum Operasi ?

Karena ganja dan anestesi keduanya memengaruhi sistem saraf pusat, orang yang menggunakan ganja mungkin memerlukan jumlah obat anestesi yang berbeda. Untuk memahami cara terbaik untuk dosis mereka, dan bahkan jenis anestesi terbaik untuk digunakan, dokter perlu mengetahui seberapa banyak dan seberapa sering pasien menggunakan produk ganja. 

Mereka yang menggunakan ganja umumnya membutuhkan obat anestesi dalam jumlah yang lebih besar daripada mereka yang tidak. Ini berarti, jika pasien gagal memberi tahu dokter tentang penggunaan ganja sebelum operasi, mereka mungkin menyiapkan jumlah yang tidak cukup bagi pasien untuk ‘tidur’ selama prosedur bedah atau operasi. 

Dan perbedaannya bisa sangat besar. Orang yang menggunakan ganja setiap hari hingga setiap minggu biasanya membutuhkan lebih dari tiga kali jumlah propofol untuk dibius untuk endoskopi (penyisipan tabung tipis panjang untuk memeriksa organ dalam) daripada mereka yang tidak menggunakan zat tersebut.

Lebih dari ini, menggunakan anestesi pada pengguna ganja biasa dapat membuat pasien lebih berisiko terhadap efek samping negatif. Sebagai permulaan, karena dosis yang lebih tinggi diperlukan untuk sedasi yang tepat, pengguna ganja berisiko lebih tinggi mengalami penurunan tekanan darah dan keterlambatan kesadaran. 

Selain itu, karena menghirup ganja menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan, beberapa orang mungkin mengalami masalah pernapasan saat dalam keadaan anestesi. Jika endoskopi terjadi, itu juga dapat meningkatkan kemungkinan sesuatu yang terasa seperti serangan asma karena lebih sedikit oksigen yang dapat mencapai paru-paru. 

Banyak yang belum diketahui tentang efek kanabis atau ganja pada prosedur bedah, dan karena masih merupakan obat khusus pada beberapa negara, penelitian tentang ini akan terbatas untuk masa yang akan datang. Dengan demikian, sampai ada informasi lebih lanjut, ahli anestesi merekomendasikan pasien untuk memberi tahu dokter tentang penggunaan zat tersebut sebelum operasi. 

Sumber: Harvard Health , PMC

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here