Miniticle Sains

Mengapa Sebagian Ular lebih Mematikan dari yang Lain?

Para ilmuwan telah menemukan jawaban mengapa beberapa ular memiliki bisa yang sangat beracun, sedangkan yang lain tidak, dan mengapa ada perbedaan yang sangat besar dalam jumlah racun yang disimpan di kelenjar racun.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa jumlah racun ular tergantung pada ukuran dan lingkungan tempat tinggalnya.

“Seperti semua zat racun tergantung pada dosis,” kata Associate Professor in Zoology di Trinity College Dublin, Dr Andrew Jackson . “Bahkan alkohol, kopi, dan air dapat menjadi racun pada volume yang cukup tinggi sehingga kami perlu mempertimbangkan berapa banyak racun yang diproduksi dan disimpan spesies ular di kelenjar racunnya. Kami menemukan bahwa spesies darat besar memiliki racun terbanyak, sedangkan spesies pohon yang lebih kecil atau spesies akuatik paling sedikit. Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh seberapa sering ular bertemu mangsanya di lingkungan yang berbeda ini, dengan spesies darat yang membutuhkan cadangan racun yang lebih besar untuk mengambil keuntungan dari kesempatan langka untuk memberi makan. “

Setelah menganalisa lebih dari 100 spesies ular, tampak bahwa racun berevolusi menjadi lebih kuat terhadap hewan yang terkait erat dengan mangsa yang biasanya dimakan ular. Juga, perbedaan dalam penyimpanan racun mungkin terkait dengan probabilitas ular akan menemukan mangsa. Oleh karena itu, penyimpanan sangat penting dalam spesies terestrial besar, dan melebihi spesies dalam air atau spesies yang hidup di pohon yang sering bertemu mangsa.

Dengan demikian, racun ular berkembang dalam konteks mangsa yang mereka makan dan lingkungan tempat mereka tinggal.

Baca selengkapnya: Trinity College Dublin 
Publikasi Ilmiah Ecology Letters