Sains & Teknologi

Mengejutkan, Gambar Satelit Menunjukkan Ada Keretakan Gletser Utama di Greenland!

Durasi Baca: 2 menit

Gletser sepanjang 70 kilometer ini membentang di luar garis pantai dan mengapung di atas air.

Tidak hanya salju abadi atau gletser puncak Jayawijaya saja yang semakin tipis, dan diperkirakan habis di tahun 2020, jika laju pencairan gletser terus terjadi seperti saat ini. Gletser yang luar biasa besar di belahan bumi utara ini juga menunjukkan pencairan gletser, ditunjukkan dengan pecahnya gletser dari foto satelit Sentinel-2.

Kiri: Foto satelit Aster saat peristiwa pecahnya es (calving) di 2012, Kanan: Foto Satelit Sentinel-2, 31 Juli 2018, menunjukkan ada celah baru. ASTER/SENTINEL-2

Gletser Petermann adalah gletser (bongkahan es) terapung terpanjang di belahan bumi utara. Gletser ini adalah salah satu dari tiga gletser di Greenland yang membentang di ujung barat laut Greenland, panjang gletser terapung ini mencapai 70 kilometer.

Baca juga:  Bukannya Turun Salju, Malah Hujan yang Mengguyur Greenland di Musim Dingin!

Pada 2012, terjadi retakan raksasa di bagian ujung utara gletser ini yang menyebabkan gunung es 130 kilometer persegi pecah. Sejak peristiwa ini, laju aliran gletser telah meningkat rata-rata 10 persen, sebagaimana dirinci dalam Journal of Geophysical Research: Earth Surface,

“Kita sekarang tahu bahwa hilangnya gunung es meningkatkan laju aliran gletser. Selain itu, kami telah mengamati bahwa peristiwa calving (pecahnya gletser menjadi massa lebih kecil) di Gletser Petermann terjadi lebih sering, ”ujar Niklas Neckel, seorang penulis studi dan ahli glasiologi di Alfred Wegener Institute (AWI), Pusat Penelitian Kutub dan Kelautan Helmholtz, AWI, seperti dikutip dari Science Daily.

Baca juga:  Tak Disangka, Tanda-tanda 'Kepunahan Massal Keenam' Telah Menghampiri Kita!

“Tetapi pertanyaan apakah perubahan ini disebabkan oleh atmosfer pemanasan di atas Greenland, atau karena air laut yang lebih hangat, bukanlah aspek yang bisa kami selidiki dengan menggunakan data satelit.”

Sebuah studi 2013 di Nature  menemukan bahwa perubahan iklim dapat menyebabkan Petermann, bersama dengan gletser Greenland lainnya, mencair dan berkontribusi pada kenaikan permukaan laut.

Sejumlah retakan yang mengancam juga muncul di sepanjang lidah. Retakan kecil biasanya merupakan proses alami untuk gletser. Namun, menurut Niklas, kasus ini memiliki risiko lebih banyak gunung es untuk lepas, mengakibatkan laju aliran gletser meningkat lebih banyak lagi.

Para peneliti menggunakan data dari satelit observasi Sentinel Earth-2, yang kemudian digunakan untuk membuat simulasi dan model perilaku masa depan gletser. Simulasi tersebut juga menyoroti bagaimana massa es yang terbelah ternyata dapat menyeret dan menarik lebih banyak massa es di sekelilingnya ke laut.

Leave a Reply