Kesehatan

Nyeri Bahu? Ternyata Percaya Diri dan Optimis adalah Kunci Kesembuhannya.

Orang yang optimis mengharap kesembuhan melalui fisioterapi, lebih mudah sembuh dibandingkan yang pesimis.

Kamu pernah merasakan sakit bahu? Sakit bahu bisa membuat aktivitas sehari-hari yang biasanya mudah dilakukan, menjadi sulit atau tidak mampu dilakukan dikarenakan deraan sakit. Nah, menurut hasil penelitian baru-baru ini dari University of East Anglia (UEA) dan University of Hertfordshire di Inggris, penderita sakit bahu memiliki kesempatan lebih besar untuk sembuh apabila mereka memiliki kepercayaan diri untuk terus melakukan banyak hal terlepas dari rasa sakit yang dialami.

Para peneliti mempelajari lebih dari 1.000 orang yang menjalani fisioterapi untuk nyeri bahu.

Mereka menemukan bahwa penderita yang lebih optimis dengan fisioterapi cenderung lebih cepat pulih dibandingkan mereka yang pesimis atau mengharap sedikit hasil dari fisioterapi, atau bahkan yang tidak berharap sama sekali.

Sementara itu, penderita dengan nyeri bahu yang hebat, namun percaya diri dengan kemampuan mereka untuk melakukan banyak hal (walaupun merasakan sakit), cenderung pulih lebih cepat dengan fisioterapi, dibanding penderita dengan sedikit rasa sakit, tetapi yang tidak percaya diri.

Peneliti utama Dr Rachel Chester, dari Fakultas Ilmu Kesehatan UEA, mengatakan: “Kami mempelajari nyeri bahu, hal yang sangat umum terjadi, mempengaruhi orang-orang dari segala usia dan sering menyebabkan hilangnya banyak gerakan dan fungsi, serta rasa sakit di malam hari.

“Manajemen fisioterapi efektif bagi kebanyakan penderita nyeri bahu, tetapi tidak semua orang. Kami ingin mengetahui faktor-faktor apa yang memprediksi mengapa beberapa orang melakukan lebih baik daripada yang lain. ”

Tim menyelidiki kekuatan keyakinan pasien atau kepercayaan diri pada kemampuan mereka sendiri untuk berhasil menyelesaikan tugas dan mencapai hasil yang diinginkan meskipun merasakan nyeri (self-efficacy) “.

Studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine ini melibatkan 1.030 orang yang menghadiri fisioterapi untuk perawatan nyeri bahu muskuloskeletal di 11 Pelayanan Kesehatan Nasional Inggris, dan perusahaan sosial di timur Inggris.

Tim mengumpulkan informasi tentang 71 karakteristik pasien dan temuan pemeriksaan klinis saat sebelum, dan selama menjalani fisioterapi pertama pasien.

Sebanyak 811 orang memberikan informasi tentang nyeri dan fungsi bahu mereka enam bulan kemudian.

Sebagian besar pasien membaik secara signifikan selama menjalani fisioterapi.

Temuan yang paling menarik adalah bahwa nyeri self-efficacy dapat mengubah hasil ini.

Chester mengatakan: “Kami melihat orang-orang yang memulai terapi dengan tingkat rasa sakit dan ketidakmampuan yang tinggi, lalu mereka percaya pada kemampuan mereka sendiri untuk melakukan sesuatu dan mencapai hasil pemulihan yang diharapkan, serta semakin kecil kemungkinan mereka merasakan nyeri dan memiliki fungsi terbatas setelah enam bulan.”

“Apa yang benar-benar mengejutkan kami adalah bahwa orang-orang ini lebih cenderung memiliki hasil yang lebih baik daripada orang-orang yang melaporkan tingkat rasa sakit dan ketidakmampuan dasar yang rendah, tetapi memiliki self-efficacy rasa sakit yang rendah.

“Selain itu, rata-rata, penderita yang mengharap sembuh karena fisioterapi dapat melakukan terapi dengan lebih baik dibanding mereka yang mengharapkan manfaat minimal atau tidak mengharap sama sekali.”

“Kami merekomendasikan bahwa fisioterapis dapat membantu pasien untuk memahami dan mengelola rasa sakit mereka, serta memilih perawatan dan latihan yang membantu mereka membangun kepercayaan diri melawan rasa nyeri di bahu mereka, dan juga mengoptimalkan tingkat aktivitas mereka.”




Artikel Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *