Gangguan bipolar dapat menyebabkan perubahan suasana hati, tingkat aktivitas, dan energi yang ekstrem.

image 711 - Pemindaian Otak Gangguan Bipolar: Apa yang Perlu Diketahui?
Eric Audras / Getty Images

Kondisi ini mempengaruhi sekitar 2,8% dari populasi orang dewasa di Amerika Serikat.

Untuk mendiagnosis gangguan bipolar, dokter mungkin:

  • melakukan wawancara atau mengajukan pertanyaan tentang gejala orang tersebut
  • melakukan pemeriksaan fisik
  • tes urutan, yang mungkin termasuk pemindaian otak

Saat ini, dokter menggunakan pemindaian otak dan pemeriksaan darah untuk memeriksa keberadaan kondisi lain yang mungkin menyebabkan gejala yang mirip dengan gangguan bipolar.

Bukti yang muncul menunjukkan bahwa dokter mungkin dapat menggunakan pemindaian otak untuk membantu mendiagnosis kondisi ini di masa mendatang.

Kapan dokter merekomendasikan scan otak untuk gangguan bipolar?

Secara umum, dokter tidak menganjurkan pemindaian otak untuk mendiagnosis gangguan bipolar.

Menurut Depresi dan Aliansi Dukungan Bipolar , saat ini ada dua alasan mengapa seorang dokter dapat memerintahkan pemindaian otak untuk seseorang dengan gangguan bipolar.

Alasan pertama adalah untuk menentukan apakah suatu kondisi seperti stroke atau tumor dapat menyebabkan gejala seseorang, bukan gangguan bipolar. Namun, ini jarang terjadi.

Alasan kedua adalah menjadi bagian dari penelitian. Para peneliti sedang melakukan penelitian untuk melihat apakah ada pengenal di dalam otak yang dapat membantu mendiagnosis gangguan bipolar. Hasilnya dapat membantu dokter membedakan antara gangguan bipolar dan gangguan depresi mayor.

Apa kata penelitian

Beberapa penelitian terbaru telah membantu mengungkap perubahan otak pada orang dengan gangguan bipolar.

Dalam studi tahun 2019 , para peneliti menemukan bahwa aktivasi dan konektivitas amigdala di otak berbeda antara orang dengan gangguan bipolar dan gangguan depresi mayor. Temuan ini dapat membantu dokter membedakan kedua kondisi tersebut.

Dalam sebuah studi dari 2018 , para peneliti mengamati pemindaian dan visualisasi MRI untuk menentukan perbedaan antara orang dengan gangguan bipolar dan orang-orang dalam kelompok kontrol.

Mereka menemukan bahwa ketika seseorang dengan gangguan bipolar tidak dalam keadaan mania atau dalam keadaan depresi, otak mereka merespons dengan cara yang sama seperti otak orang-orang dalam kelompok kontrol.

Namun, para peneliti memang menemukan perubahan otak pada orang dalam keadaan mania atau depresi. Secara khusus, korteks visual mereka mengubah penampilan, menunjukkan lebih sedikit aktivitas daripada otak mereka yang berada dalam kelompok kontrol.

Studi tersebut menunjukkan bahwa perubahan di area sensor otak juga dapat mengindikasikan gangguan bipolar.

Di sebuah review terbaru, para peneliti menemukan bahwa bukti di beberapa penelitian menunjukkan pola luas volume subkortikal, ketebalan kortikal yang lebih rendah, dan integritas materi putih yang terganggu. Mereka menyarankan bahwa penelitian di masa depan dapat membantu menentukan penanda kunci dan membantu diagnosis gangguan bipolar.

Para peneliti juga melihat bagaimana struktur dan proses otak terlihat menggunakan MRI dalam penelitian lain . Mereka menemukan bahwa menggunakan kedua jenis gambar tersebut dapat membantu mengidentifikasi dan mendiagnosis gangguan bipolar dengan lebih baik.

Mendiagnosis gangguan bipolar

Menurut National Alliance on Mental Illness , seseorang harus mengalami setidaknya satu episode manik untuk memenuhi kriteria diagnosis gangguan bipolar.

Diagnosis terdiri dari pemeriksaan fisik dan wawancara kesehatan mental. Saat ini, tes dan pencitraan darah dapat membantu mengesampingkan kondisi lain yang dapat merusak otak.

Setelah diagnosis awal, dokter biasanya akan merujuk seseorang ke ahli kesehatan mental, seperti psikiater atau psikolog. Mereka dapat menentukan jenis gangguan bipolar yang diderita seseorang.

Jenis-jenis gangguan bipolar meliputi:

  • Gangguan bipolar I: Ini terjadi ketika seseorang memiliki setidaknya satu episode manik dan mengalami periode manik dan depresi.
  • Gangguan bipolar II: Ini berarti bahwa seseorang bergeser antara episode depresi dan hipomanik tetapi tidak pernah mengalami episode manik penuh.
  • Gangguan siklotimik: Ini terjadi ketika seseorang mengalami depresi ringan dan episode hipomanik setidaknya selama 2 tahun.
  • “ketentuan lainnya (other specified)” dan “tidak ditentukan (unspecified)”: Ini terjadi ketika seseorang mengalami peningkatan suasana hati tetapi tidak sesuai dengan kriteria untuk tipe bipolar lainnya.

Berdasarkan penelitian yang lebih tua, mendiagnosis gangguan bipolar seringkali sulit, dan kesalahan diagnosis sering terjadi.

Alasan utama kesalahan diagnosis meliputi:

  • penyimpangan dalam pengambilan sejarah
  • adanya komorbiditas psikiatri atau medis
  • keterbatasan dalam kriteria diagnostik

Kesalahan diagnosis menggunakan metode diagnosis tradisional membuat penelitian tentang bagaimana otak terlihat ketika seseorang menderita gangguan bipolar menjadi lebih penting.

Uji klinis

Seseorang dapat berbicara dengan dokter atau ahli kesehatan mental tentang kemungkinan bergabung dengan uji klinis. Uji klinis dapat membantu peserta dan peneliti.

Sumber daya tersedia online untuk membantu seseorang menemukan studi untuk diikuti. Institut Nasional Kesehatan Mental memiliki sumber daya untuk mencari studi . Seseorang juga dapat mengunjungi ClinicalTrials.gov untuk menemukan studi yang mereka minati.

Ringkasan

Pemindaian otak orang dengan gangguan bipolar mungkin memiliki beberapa perbedaan atau anomali. Perbedaan mungkin bersifat fisik atau menunjukkan aktivitas yang berkurang atau meningkat di otak.

Saat ini, dokter tidak menggunakan gambar otak untuk mendiagnosis gangguan bipolar. Namun, seiring kemajuan penelitian, lebih banyak bukti dapat membantu dokter menggunakan pemindaian MRI atau teknologi pencitraan lainnya untuk mendiagnosis gangguan bipolar secara akurat.

Sumber:
ARTIKEL TERKAIT


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here