Home Sains & Teknologi Pemrograman Ulang Virus Dilakukan untuk Membangun Baterai Li-ion yang Lebih Baik

Pemrograman Ulang Virus Dilakukan untuk Membangun Baterai Li-ion yang Lebih Baik

29
0

Tidak ada keraguan bahwa kata “virus” saat ini ada di benak semua orang. Namun, ada lebih banyak lagi “bentuk kehidupan” mikroskopis yang meragukan ini daripada sekadar menjadi biang penyebab pandemi.

April ini, tim peneliti MIT melaporkan bahwa mereka menggunakan strain virus yang diprogram ulang secara genetik untuk melakukan tugas biasa – membuat baterai lithium-ion (Li-ion) yang fleksibel dan sangat kompak  . 

Virus yang mereka gunakan, yang disebut bakteriofag M13, tidak menginfeksi organisme lain kecuali bakteri. Para ilmuwan menginduksi mutasi pada genom virus untuk mengubah preferensi mereka terhadap jenis permukaan yang akan mereka pegang. Dari sana, mereka memilih salah satu yang memiliki afinitas paling tinggi dengan tabung nano karbon untuk membangun katoda yang sangat konduktif untuk baterai. Dan berkat sifat genetiknya, bakteriofag dapat mereplikasi dirinya sendiri, hingga milyaran salinan, di dalam cawan kultur bakteri. Oleh karena itu, proses tersebut dapat dikembangkan menjadi metode yang ramah lingkungan untuk produksi massal. 

Baterai dengan katoda yang dibuat oleh virus dapat menjalani setidaknya 100 siklus pengisian tanpa kehilangan kapasitas. Dengan penyesuaian lebih lanjut, tim berharap penemuan mereka, perangkat penyimpanan energi super ringan dan fleksibel, dapat memiliki masa pakai yang sama seperti baterai Li-ion konvensional.

Sumber: Seeker melalui Youtube

printfriendly button - Pemrograman Ulang Virus Dilakukan untuk Membangun Baterai Li-ion yang Lebih Baik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here