Sains & Teknologi

Robotisasi di Dunia Konstruksi, Excavator dan Bulldozer ini Bekerja Otomatis !

Durasi Baca: 2 menit

Sebuah perusahaan di Amerika Serikat, Built Robotics membuat terobosan dengan mengotomatisasi alat-alat berat konvensional yang ada, seperti Excavator dan Bulldozer.

Built Robotics mengadopsi konsep dan teknologi yang digunakan untuk membuat mobil kemudi-otomatis (self-driving), dan mengadaptasinya di dunia konstruksi.

Mereka mengintegrasikan teknologi perangkat keras seperti LIDAR, GPS, dan WiFi pada alat berat konvensional, sehingga memberikannya kemampuan untuk memetakan dan menavigasi lingkungan sekitarnya secara mandiri. Built tidak membangun dozer dan excavator sendiri, melainkan membuat kit yang dapat difungikan di seluruh alat berat yang sudah ada di lokasi kerja, terutama yang sering digunakan.

Dozer Otomatis Built. Kredit: techcrunch.com/

Mereka menjual dan menyewakan kit kepada perusahaan yang membutuhkan, kemudian membebankan biaya penggunaan setiap kali mesin bekerja dalam mode otomatis.

Mereka pertama kali mencoba teknologi ini pada skala yang lebih kecil pada tahun 2017, menerapkannya ke dalam compact track loader (excavator mini). Dan sekarang telah diterapkan pada peralatan yang lebih besar, termasuk bulldozer dan excavator. Terdapat kotak-kotak hitam di atas setiap kendaraan, di situlah semua teknologi Built ditanam.

Excavator Otomatis Built. Kredit: techcrunch.com

Dalam mode otomatis, alat berat akan memiliki navigasi medan sekelilingnya. Perbatasan merah memberi tahu mesin ke mana ia diizinkan pergi; jika karena suatu sebab melewati batas itu, seluruh mesin mati otomatis.

Baca juga:  Sekarang Ponsel Bisa Menjadi "Robot" untuk Melakukan Rutinitas Kerja

Kamera-kamera di sekitar kendaraan terus-menerus memeriksa siapa saja yang mungkin terlalu dekat dengannya. Jika ada masalah, atau jika sensor terpasang mendeteksi bahwa ada sesuatu yang menghalangi jalan, listrik terputus. Dan ada tombol berhenti darurat merah besar di bagian belakang setiap mesin (dan juga tombol remote operator).

Setiap gerakan yang dilakukan mesin ditampilkan pada layar. Lautan titik-titik yang berkedip mengelilingi kendaraan di layar, menunjukkan medan yang ia rasakan di sekitarnya. Lihatlah bagaimana robot-robot konstruksi ini bekerja di video berikut:

Bukankah mesin ini akan mengambil pekerjaan dari orang yang menginginkannya? 

Di Amerika Serikat, industri konstruksi berada di tengah kekurangan tenaga kerja yang parah, ungkap Noah, Key Executive Built Robotics pada suatu pernyataan.

Baca juga:  Pertama Kali, Lengan Robot Berhasil Dikendalikan Pikiran !

” Tapi kami bukan satu-satunya negara yang kekurangan tenaga kerja konstruksi, dan sepertinya tidak akan segera berakhir. Tidak ada cukup banyak orang muda yang memasuki bidang ini untuk mengikutinya.”

“Bagaimana jika alih-alih satu kendaraan dikemudikan per operator, masing-masing operator dapat mengawasi beberapa armada otomatis, bisa dua, atau tiga, atau lima? Mereka bisa menginstruksikan mesin dengan peta dari apa yang mereka perlu gali, menyalakannya, dan hanya masuk ke kabin ketika ada sesuatu yang mesin tidak bisa lakukan. Itu tidak akan menyelesaikan kekurangan tenaga kerja operator, tetapi mungkin membantu mengisi kekosongan.”

Meskipun masih baru mengawali bisnis ini, mereka akan segera menuntaskan proyek ke 10 mereka. Secara keseluruhan, armada mereka memiliki sekitar 6.000 jam waktu operasi.

    Like
    Like Love Haha Wow Sad Angry

    Leave a Reply