Kesehatan

Sering Lelah di Pagi Hari? 7 Kemungkinan ini Bisa Jadi Penyebabnya.

Kurang Tidur Tak Selalu Menjadi Penyebabnya.

Pernahkah kamu merasakan capek banget, padahal baru bangun tidur pagi? Apakah kamu sering merasakannya? Seperti kita ketahui, kelelahan digambarkan sebagai penurunan tingkat energi yang  substansial, dan umumnya terjadi setelah bekerja keras seharian. Ini adalah reaksi normal tubuh ketika melakukan aktivitas fisik untuk jangka waktu yang lama, tanpa istirahat.

Namun, mengalami kelelahan setelah bangun tidur di pagi hari, ini terdengar tidak normal. Perasaan kehilangan kekuatan saat matahari terbit ini disebut kelelahan pagi.

Bagi wanita hamil kelelahan pagi normal terjadi, karena kehamilan merubah keseimbangan normal hormon dalam tubuh, yang dapat menyebabkan mual di pagi hari dan kelelahan.

Kelelahan pagi ini dalam beberapa hal bisa menjadi sangat ekstrim, lalu apa saja penyebab dari kelelahan pagi ini ?

1. Kurang Tidur

Ilustrasi, sumber: https://pixabay.com/

Kualitas tidur yang buruk atau kurang tidur adalah penyebab utama di balik kelelahan pagi hari. Dalam gaya hidup yang super sibuk, hal yang biasa terjadi adalah kerja lembur dan tidur larut malam untuk menyelesaikan tugas, lalu bangun pagi-pagi agar sampai kantor dengan tepat waktu. Kurangnya  tidur yang cukup ini dapat membahayakan kesehatan dan menurunkan tingkat kewaspadaan. Perilaku ini pada akhirnya akan membuat kesulitan dalam menyelesaikan rutinitas kesehariannya. Saat ini, gangguan tidur seperti insomnia yang berakibat kurang tidur, telah menjadi fenomena umum.

Kesehatan kita akan jadi lebih baik dan kewaspadaan menjadi maksimal, bila kita memiliki jam tidur yang cukup.  Semua organ yang lelah bekerja tentu membutuhkan waktu istirahat, termasuk otak, kulit, sistem metabolisme, dan hormon.

National Sleep Foundation dalam laporan utamanya di Sleep Health Journal, menyebutkan bahwa jumlah jam tidur dibedakan berdasar kelompok usia. Berikut  rekomendasinya:

Bayi baru lahir (0-3 bulan): 14-17 jam setiap hari
Bayi (4-11 bulan): 12-15 jam setiap hari
Balita (1-2 tahun): 11-14 jam setiap hari
Pra-sekolah (3-5 tahun): 10-13 jam setiap hari
Usia sekolah (6-13 tahun): 9-11 jam setiap hari
Remaja (14-17 tahun): 8-10 jam setiap hari
Dewasa muda (18-25 tahun): 7-9 jam setiap hari
Dewasa (26-64 tahun): 7-9 jam setiap hari
Manula (65 tahun ke atas): 7-8 jam setiap hari

Pada saat tidur, informasi yang masuk ke otak akan disusun dengan rapi, sehingga saat bangun tidur kita sering kali menemukan solusi permasalahan di hari sebelumnya.

2. Minuman Keras

Ilustrasi, Sumber: https://pixabay.com/

Minuman beralkohol atau minuman keras dapat mengganggu siklus tidur reguler tubuh, karena membuat tubuh lebih aktif pada malam hari. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan jumlah jam tidur yang dibutuhkan, sehingga membuat tubuh terasa letih dan tidak nyaman.

Bagaimana alkohol bisa mengganggu tidur?
Efek dari minuman beralkohol setara empat gelas bir atau lebih, sebelum tidur, adalah sebagai berikut:

– Peningkatan Denyut Jantung : alkohol menekan sistem saraf pusat, yang membuatnya lebih mudah tertidur di paruh pertama malam, sedangkan di paruh kedua, denyut jantung meningkat, ketika tubuh memproses minuman keras. Penelitian meta analisis, yang diterbitkan dalan Canadian Medical Association Jurnal, menemukan detak jantung saat istirahat yang lebih tinggi dari rata-rata dapat menyebabkan peningkatan resiko kematian akibat berbagai macam sebab, bukan hanya yang berkaitan dengan jantung.

Menurut American Heart Association, denyut jantung istirahat rata-rata:

Anak-anak 10 tahun, dewasa yang lebih tua, dan manula: 60-100 denyut per menit (BPM)
Atlet pro terlatih adalah 40-60 denyut per menit (BPM)

– Kehilangan Siklus Tidur REM: Tidur memiliki siklus antara tidur nyenyak (deep sleep) dan tidur REM (rapid eye movement), otak sangat aktif selama tidur REM, dan metabolisme otak secara keseluruhan dapat meningkat sebanyak 20%. Aktivitas listrik yang tercatat di otak selama tidur REM mirip dengan yang tercatat saat terjaga, untuk berpikir lebih jernih pada hari berikutnya. Kedua jenis tidur sangat penting untuk merasa segar, tetapi minum beralkhohol saat malam membuat sulit atau tidak mungkin bagi tubuh untuk tidur REM, membuat seseorang merasa lelah pada hari berikutnya.

– Mendengkur : kelebihan alkohol melemaskan otot-otot di leher, terutama leher bagian atas, dan dapat meningkatkan kemungkinan mendengkur. Mendengkur membuat jalan nafas menyempit hingga menyumbat, akibatnya tidak ada udara yang dapat lewat. Hentian nafas bisa terjadi selama 10 detik sampai lebih dari satu menit. Karena sesak, otak akan terbangun sejenak untuk menarik nafas. Kejadian berulang-ulang ini membuat aktivitas tidur tidak berkualitas.

– Sering Buang Air Kecil : Alkohol dapat menekan fungsi hormon antidiuretik (ADH) yang seharusnya menghambat produksi urine. Semakin banyak alkohol yang diminum, maka semakin berkurang pula kadar hormon ADH dalam tubuh sehingga produksi urine jadi tak terkendali. Akibatnya harus sering bolak balik ke kamar mandi dan mengganggu waktu tidur.

3. Diet yang Tidak Sehat 

Ilustrasi, sumber: https://pixabay.com/

Diet tanpa nutrisi penting seperti mineral dan vitamin juga dapat menyebabkan kelelahan pagi hari. Memberi makan tubuh dengan nutrisi penting adalah salah satu prasyarat untuk mempertahankan tingkat energi sepanjang hari. Nutrisi yang buruk pada akhirnya akan membawa perasaan kekurangan energi di pagi hari.

Tidak ada penelitian konklusif yang menunjukkan suatu diet khusus yang terbaik untuk tidur berkualitas. Tetapi berbagai sumber menunjukkan bahwa beragam jenis makanan ditambah diet indeks glikemik rendah bermanfaat dalam meningkatkan kualitas tidur. 

Indeks glikemik sendiri diartikan sebagai tingkat kecepatan suatu makanan diubah menjadi gula di dalam tubuh. Semakin cepat makanan tersebut berubah menjadi gula, maka kadar indeks glikemiknya tinggi dan begitu pun sebaliknya. Makanan yang mengandung indeks glikemik rendah seperti sayur-sayuran, berbagai jenis buah-buahan, gandum, dan nasi merah.

4. Penyakit Addison 

Ilustrasi, sumber: https://pixabay.com/

Pada penyakit Addison, kelenjar adrenal yang berada di atas ginjal tidak bekerja dengan baik, sehingga produksi hormon-hormon tertentu dari kelenjar tersebut tidak mencukupi untuk tubuh.

Orang dengan penyakit Addison merasa sangat lelah di pagi hari karena tingkat energi yang menurun, tubuh terasa lemah, lelah, dan pusing ketika berdiri setelah duduk atau berbaring serta bisa menimbulkan bercak kulit gelap. Mereka merasa sulit untuk keluar dari tempat tidur, karenanya seringkali bangunnya siang.

Penyakit ini timbul karena disebabkan oleh reaksi autoimun, kanker, infeksi, atau penyakit lain.

Kelenjar adrenal melepaskan lebih dari 40 hormon, yang masing-masing membawa tugas khusus yang diperlukan untuk hidup sehat. Sebagai contoh, hormon kortisol yang diproduksi oleh kelenjar adrenal membantu kita mengatasi stres secara efektif. Hormon aldosteron membantu menjaga keseimbangan elektrolit. Hormon adrenal juga terlibat dalam sintesis energi dengan mengubah lemak dan karbohidrat menjadi gula yang bertindak sebagai bahan bakar tubuh. Jadi, dengan timbulnya disfungsi adrenal, sejumlah masalah kesehatan merambat, yang paling umum adalah kelelahan pagi hari.

5. Sindrom Fibromyalgia

Ilustrasi, sumber:
Photo by rawpixel on Unsplash

Fibromyalgia juga dikenal dengan fibrositis

Dalam sejumlah riset diperkirakan bahwa sebenarnya jumlah penderita penyakit misterius ini terbilang tinggi di Indonesia. Kebanyakan orang tidak cukup memahami bahwa diri mereka mengalami masalah fibromyalgia.

Indikasi kuat fibromyalgia adalah mengalami kelelahan hebat yang disertai dengan nyeri otot dan kekakuan pada saat bangun tidur. Ini terjadi karena seringnya terbangun dari tidur  saat malam, akibat nyeri yang dirasakan. Akibatnya, kualitas dan jam tidur berkurang untuk jangka waktu yang lama. Lebih jauh, penderita fibromyalgia juga merasakan tubuh mereka  sakit terus-menerus dan mengganggu aktivitas sepanjang hari. 

Beberapa ilmuwan mengatakan bahwa faktor-faktor pencetus fibromyalgia adalah:

– Genetika. Ini menunjukkan bahwa fibromyalgia bisa diwarisi dari orang tua. Risiko fibromyalgiabisa juga meningkat karena adanya mutasi genetik.
– Infeksi. Beberapa penyakit dapat memicu atau memperburuk fibromyalgia.
– Trauma fisik atau emosional. Dalam banyak kasus, fibromyalgia dipicu oleh kondisi fisik atau stres emosional, seperti: melahirkan; cedera atau infeksi; menjalani operasi;

Kamu mungkin lebih berisiko terkena fibromyalgia jika :

– memiliki penyakit rematik, seperti rheumatoid arthritis atau lupus.

– berjenis kelamin wanita. Wanita lebih sering didiagnosis fibromyalgia daripada laki-laki.

– memiliki rekaman medis keluarga penderita fibromyalgia.

Beberapa ilmuwan percaya bahwa perubahan zat kimia dalam otak bertanggung jawab atas munculnya fibromyalgia. Perubahan ini mempengaruhi sistem saraf pusat yang memproses sinyal rasa sakit dalam tubuh dan memperkuat rasa sakit tersebut.

6. Anemia

Ilustrasi, sumber: https://pixabay.com/

Pada penderita anemia, jumlah sel darah merah (hemoglobin) dalam tubuh jauh lebih sedikit dari yang dibutuhkan. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang melakukan tugas penting mengangkut oksigen ke berbagai bagian tubuh. Anemia tidak selalu terkait kurangnya zat besi dalam darah, anemia juga bisa dipicu karena kehilangan darah akibat berbagai sebab, bahkan juga bisa terkait kemampuan usus dalam menyerap nutrisi yang diperlukan tubuh.

Anemia dapat menyebabkan berbagai efek samping yang meliputi kelelahan pagi hari, nyeri dada, sakit kepala,  detak jantung tidak beratur, dan disertai dengan kesulitan bernafas.

Jika hal ini terjadi, langkah terbaik adalah mengunjungi dokter, untuk melakukan test darah, dokter akan memberikan diagnosis yang tepat, dan membantu mendapatkan perawatan yang tepat.

7. Masalah pada Kelenjar Tiroid 

Ilustrasi, sumber: https://pixabay.com/

Penyebab kelelahan di pagi hari yang lain adalah timbulnya masalah pada kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid yang terletak di bagian depan leher melakukan pekerjaan penting untuk menghasilkan dua hormon. Produksi hormon ini sangat penting untuk mengatur laju metabolisme normal.

Ketika kelenjar tiroid tidak dapat menghasilkan jumlah hormon yang cukup, hal ini disebut sebagai hipotiroidisme, dan sebaliknya ketika kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon (terlalu aktif), ini disebut dengan hipertiroidisme. Kedua jenis masalah tiroid ini menggangu kualitas tidur, dengan gejala yang berlainan. Penyebab ketidakseimbangan hormon tiroid ini bervariasi, termasuk diantaranya penyakit autoimun, terapi radiasi, operasi tiroid, dan konsumsi obat-obatan tertentu seperti interferon dan amiodarone, yang diketahui menyebabkan kerusakan sel-sel tiroid dan menyebabkan masalah tiroid. Gangguan tiroid juga dapat disebabkan oleh infeksi, seperti virus atau bakteri, yang bekerja dengan cara yang sama seperti antibodi menyebabkan peradangan pada kelenjar. 

Orang yang menderita penyakit tiroid, secara umum pada awalnya tidak mengalami kelelahan setelah bangun di pagi hari, tetapi begitu mereka mulai melakukan rutinitas hariannya, timbulnya kelelahan yang datang tiba-tiba. 

Gejala pada hipotiroidisme diantaranya adalah: sensitif terhadap dingin, sembelit, kuku rapuh, kolesterol tinggi, detak jantung lambat. Sedangkan gejala hipertiroidisme adalah: keringat berlebihan, sensitif terhadap panas, rasa lapar berlebih, mudah marah, detak jantung cepat. Tidak semua gejala tersebut diatas harus muncul pada penderita, diagnosa oleh dokter dengan pengujian darah sangat diperlukan untuk mengetahui penyebabnya guna mendapatkan perawatan terbaik.

Nah, itulah 7 sebab utama kenapa terjadi kelelahan pagi. Semoga kita dapat hidup lebih sehat dengan tidur yang berkualitas. Jika kelelahan menggangu aktivitasmu, segera kunjungi dokter untuk diagnosis lebih lanjut dengan perawatan yang tepat.