Kesehatan

Sering Merasa Lelah? Bisa Jadi Itu Tanda Kamu Mengalami Depresi Lho

Depresi dapat menyebabkan kelelahan yang melemahkan seseorang dan membuat kegiatan yang paling sederhana, seperti bangun tidur, terlalu sulit untuk dilakukan.

Menurut hasil studi pada tahun 2018, Kelelahan adalah gejala yang sering dilaporkan pada gangguan depresi mayor yang terjadi pada lebih dari 90% pasien.

Apa yang menyebabkan kelelahan pada depresi?

Orang dengan depresi lebih cenderung mengalami kelelahan, dan orang dengan kelelahan berkepanjangan lebih cenderung menjadi depresi, ini merupakan siklus sebab-akibat yang mungkin sulit untuk dipatahkan.

Penyebab orang yang mengalami depresi sering merasa lelah termasuk diantaranya adalah karena gangguan tidur, diet, stres, dan bisa juga dari efek samping obat yang digunakan untuk mengobati depresi.

Gangguan Tidur

Tidur sangat penting untuk regenerasi tubuh dan mengisi energi. Kurang tidur saja mungkin tidak menyebabkan depresi, tetapi itu dapat meningkatkan risiko seseorang untuk depresi atau dapat membuat orang yang sudah depresi menjadi lebih buruk.

Bahkan jika seseorang dengan depresi mendapatkan tidur yang cukup, mereka mungkin tidak bangun dengan perasaan segar karena kualitas tidurnya seringkali lebih rendah daripada yang dialami oleh orang yang tidak memiliki depresi.

Penelitian menunjukkan bahwa banyak orang dengan depresi dan kondisi kesehatan mental lainnya, seperti gangguan bipolar, mengalami insomnia dan hipersomnia.

Insomnia berarti kesulitan tidur atau tertidur. Hipersomnia mengacu pada rasa kantuk yang berlebihan atau terus menerus.

Gangguan tidur lainnya yang memiliki hubungan dengan depresi adalah Sleep apnea, suatu kondisi serius di mana pernapasan kamu terhambat, menyebabkan kamu bangun untuk mulai bernapas atau orang awam biasa mengenalnya dengan istilah ngorok berat. Satu studi di tahun 2015 menemukan bahwa depresi adalah umum pada orang dengan sleep apnea dan itu mempengaruhi keparahan sleep apnea seperti bunyi mengorok yang semakin berat dan keras.

Diet

Para peneliti telah lama berspekulasi tentang apakah diet mempengaruhi kesehatan mental. Satu studi meta-analisis baru-baru ini melihat beberapa penelitian untuk hubungan antara diet dan risiko depresi.

Laporan tersebut menemukan beberapa bukti bahwa diet berkualitas tinggi, seperti yang termasuk makanan anti-inflamasi atau real food, makanan-makanan sehat alami seperti buah-buahan, sayur-sayuran, ikan, ayam, telur, dan lainnya dapat menurunkan risiko beberapa orang untuk depresi. Namun, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan.

Studi Meta-analisis lainnya juga mengaitkan pola diet spesifik dengan peningkatan risiko depresi. Secara khusus, para peneliti menemukan bahwa diet gaya Barat yang mengandung daging merah, daging olahan (seperti nugget, sosis, smoked beef), biji-bijian olahan, permen, dan makanan tidak sehat lainnya dapat meningkatkan risiko gejala depresi pada beberapa orang.

Stress

Stres dapat memengaruhi kadar serotonin dan dopamin, yang merupakan bahan kimia di otak yang berperan penting dalam mengatur suasana hati dan energi.

Suatu studi menunjukkan bahwa peristiwa kehidupan yang penuh tekanan dapat secara signifikan meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan depresi berat. Peristiwa-peristiwa kehidupan yang penuh tekanan ini seperti; akhir suatu hubungan atau pertemanan akrab, kematian orang yang dicintai, kehilangan keuangan yang signifikan, perubahan pekerjaan, dan peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan kesehatan, seperti diagnosis kanker.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa stres juga dapat menyebabkan peradangan pada tubuh, yang dapat menyebabkan hipersomnia dan kelelahan. Ini juga dapat menyebabkan seseorang menarik diri dari kegiatan sosial dan tidak mampu untuk berpikir jernih.

Obat-obatan

Antidepresan bekerja dengan cara mengaktifkan neurotransmiter otak untuk membantu mereka melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam mengatur mood seseorang. Namun, beberapa antidepresan dapat menyebabkan kelelahan yang signifikan.

Komplikasi

Kelelahan yang terus menerus dapat menyebabkan depresi yang parah dan berkepanjangan dan peningkatan biaya medis, menurut sebuah studi tahun 2015. Studi ini mensurvei 1.982 orang dengan depresi, 653 di antaranya memiliki kelelahan yang signifikan.

Orang-orang yang kelelahan memiliki tingkat keparahan depresi, nyeri, masalah tidur, dan kecemasan yang lebih besar. Orang dengan kelelahan juga dilaporkan menggunakan lebih banyak obat, dan status sosial ekonomi mereka tampaknya lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak kelelahan.

Cara mengatasinya

Cara untuk membantu mengatasi kelelahan depresi meliputi:

Berbicara dengan dokter

Cara terbaik untuk membantu mengatasi depresi dan kelelahan adalah berbicara dengan dokter. Sementara metode penanganan lain dapat membantu, diagnosis dan perawatan yang tepat sangat penting.

Dokter juga dapat membantu menentukan apakah kelelahan disebabkan oleh kondisi medis lain, atau apakah itu merupakan efek samping dari obat yang digunakan untuk mengobati depresi.

Jika obat depresi adalah sumber kelelahan, beralih ke antidepresan lain dapat membantu.

Berolahraga

Menjadi aktif dapat mengurangi kelelahan dengan meningkatkan kualitas tidur. Satu studi meta-analisis menemukan bahwa melakukan latihan intensitas rendah hingga sedang selama lebih dari 20 menit dapat meningkatkan energi dan mengurangi kelelahan.

Meningkatkan kualitas tidur

Mempraktikkan kebiasaan tidur yang baik dapat membantu seseorang mengatasi kelelahan akibat depresi. Kebiasaan tidur yang baik berikut ini dapat membantu meningkatkan kualitas tidur:

  • menghindari kafein dan alkohol menjelang tidur
  • membatasi tidur siang hari
  • tidak makan makanan berat terlalu dekat dengan jam tidur
  • pergi tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari
  • menjauhkan perangkat elektronik (TV, komputer, laptop, HP, dll) dari kamar tidur
  • berolahraga secara teraturas
  • Makan makanan seimbang.

Untuk yang terakhir makan-makanan yang seimbang akan sulit dilakukan bagi seseorang yang memiliki motivasi rendah dan kurang nafsu makan. Terkadang untuk memotivasi orang seperti itu kita menawarkan makanan atau minuman yang enak kepadanya. Namun, makanan atau minuman enak cenderung memiliki lemak dan gula yang tinggi yang dapat memperburuk gejala dengan menyebabkan gula darah meningkat dan mengganggu tidur.

Sebenarnya ada cukup banyak makan dan minuman sehat yang dapat meningkatkan suasana hati yang baik dan meningkatkan energi sehingga membantu mengurangi kelelahan, diantaranya:

  • sayuran hijau
  • ikan
  • teh hijau
  • blueberi
  • yoghurt dan probiotik lainnya
  • coklat hitam (dark chocolate)

Kesimpulan

Orang yang berjuang dengan kelelahan yang berkepanjangan karena depresi harus berbicara dengan dokter mereka.

Kelelahan yang tidak tertangani dapat menyebabkan berbagai komplikasi dari waktu ke waktu, termasuk menarik diri dari komitmen sosial dan pekerjaan.

Dokter dapat membantu mengobati depresi dan kelelahan. Mereka juga dapat membantu seseorang melakukan perubahan gaya hidup untuk mengurangi gejala depresi mereka.

Artikel Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *