Kesehatan

Stres Malam Hari Ditemukan Lebih Berbahaya dibanding Stres Pagi Hari

Menurut sebuah studi baru, sistem pusat tubuh bereaksi kurang kuat terhadap tekanan psikologis akut di malam hari daripada di pagi hari. 

Studi ini menunjukkan bahwa kadar kortisol saliva meningkat secara signifikan pada sukarelawan yang terpapar stres di pagi hari sementara tidak ada respon yang diamati pada mereka yang stres di malam hari. Tingkat kortisol yang meningkat memicu serangkaian mekanisme yang membantu tubuh menghadapi stres. 

Tim peneliti pertama-tama mengukur ritme diurnal tingkat kortisol saliva dari sukarelawan untuk menetapkan garis dasar. Para sukarelawan kemudian dibagi menjadi dua kelompok: satu yang terkena tes stres di pagi hari, dua jam setelah waktu bangun normal mereka, dan yang lain terkena tes stres di malam hari, sepuluh jam setelah waktu bangun normal.

Tes berlangsung selama 15 menit dan melibatkan persiapan dan pemberian presentasi di depan tiga pewawancara terlatih dan kamera, dan melakukan aritmatika mental. Sampel air liur diambil setengah jam sebelum memulai tes, segera setelah itu, dan pada interval sepuluh menit selama setengah jam lagi.

Para peneliti menemukan bahwa kadar kortisol saliva meningkat secara signifikan pada sukarelawan yang melakukan tes stres di pagi hari sementara tidak ada respon yang diamati pada mereka yang mengikuti tes di malam hari. Sedangkan denyut jantung relawan yang juga merupakan indikator sistem saraf simpatik yang merespons stres, ditemukan tidak berbeda sesuai dengan saat tes diambil.

Berkurangnya respons stres di malam hari menunjukkan bahwa orang bisa lebih rentan dan tidak berdaya melawan stres pada saat itu. Namun, ini bukan aturan umum, karena penting untuk memperhitungkan jam biologis unik setiap individu dan waktu saat menilai respons terhadap stres dan mencegahnya.

Ritme diurnal dari kortisol saliva pada kondisi awal. Panel A menunjukkan ritme diurnal tingkat kortisol saliva yang diukur pada hari terakhir kondisi awal (Mean ± SEM, n = 27). Panel B menunjukkan tingkat kortisol saliva yang ditumpangkan pada ZT2 dan ZT10. ** P < 0,01 vs ZT10 oleh Wilcoxon, diikuti oleh uji Friedman. Sumber: Neuropsychopharmalogy

Baca selengkapnya: Universitas Hokkaido 
Publikasi Ilmiah: Neuropsychopharmalogy