Miniticle Sains

‘Superbug’ Ternyata Juga Ditemukan di Tangan Pasien

Durasi Baca: 2 menit

‘Superbug” adalah strain bakteri yang telah menjadi resisten terhadap obat antibiotik.

Selama beberapa dekade, rumah sakit telah berupaya agar staf mencuci tangan dan mencegah penyebaran kuman. Tetapi sebuah studi baru menunjukkan mereka mungkin ingin memperluas upaya-upaya itu kepada pasien juga. Empat belas persen dari 399 pasien rumah sakit memiliki bakteri yang kebal antibiotik yang ‘luar biasa’ di tangan atau lubang hidung mereka di awal masa inap di rumah sakit mereka.Dan hampir sepertiga dari tes untuk bakteri tersebut dari benda yang biasanya disentuh pasien di kamar mereka, seperti tombol panggilan perawat, kembali positif.

Baca juga:  Bakteri Salmonella Ditemukan Membawa Gen Resistensi Antibiotik

Tim peneliti memperingatkan bahwa kehadiran MDRO (Multi-Drug Resistant Organisms) atau organisme yang resisten multi-obat pada pasien atau benda di kamar mereka tidak berarti bahwa pasien akan sakit dengan bakteri yang kebal antibiotik. Dan mereka mencatat bahwa tangan petugas kesehatan masih merupakan mode utama penularan mikroba ke pasien.

Pasien tertentu mengembangkan infeksi MRSA ketika di rumah sakit dan semua pasien ini positif untuk MRSA di tangan mereka serta permukaan ruang rumah sakit.

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) adalah penyebab infeksi Staph yang sulit diobati karena resisten terhadap beberapa antibiotik.

Infeksi Staph adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri staphylococcus, jenis kuman yang biasa ditemukan di kulit atau di hidung orang yang sehat sekalipun. Sebagian besar, bakteri ini tidak menyebabkan masalah atau mengakibatkan infeksi kulit yang relatif kecil.

Baca juga:  Bakteri Salmonella Ditemukan Membawa Gen Resistensi Antibiotik

Tetapi infeksi Staph dapat berubah mematikan jika bakteri menyerang lebih dalam ke tubuh manusia, memasuki aliran darah, persendian, tulang, paru-paru, jantung dan otak.

Infeksi Staph dapat menyebar di rumah sakit, fasilitas kesehatan lain, dan di komunitas tempat tinggal, bekerja, dan bersekolah.

Dengan praktik saat ini yang mendorong pasien rumah sakit untuk bergerak di luar kamar (koridor, dll) sebagai bagian dari pemulihan, meningkatkan risiko ‘superbug‘ ini ditularkan sampai ke area rumah sakit lain.

Persentase kontaminasi tangan pasien dan kontaminasi permukaan ruangan dengan organisme yang resisten multi-obat (MDRO). Kontaminasi tangan pasien (3 kolom kiri) dan kontaminasi ruang pasien (3 kolom kanan) dihitung pada awal, kunjungan tindak lanjut, dan setiap saat selama masa tindak lanjut. Tabel di bawahnya menunjukkan angka baku yang diwakili dalam gambar. * Seorang pasien dapat dikolonisasi 1 MDRO pada awal dan berisiko untuk mendapatkan MDRO lain. Sumber:

Baca selengkapnya: Michigan Medicine – University of Michigan (via ScienceDaily) 
Publikasi ilmiah: Clinical Infectious Diseases

    Leave a Reply