Sains & Teknologi

Uji Coba Mobil Terbang Pertama yang Berbahan Bakar Hidrogen

Startup Massachusetts Alaka’i adalah perusahaan transportasi yang memiliki inovasi kendaraan terbang listrik bertenaga hidrogen yang suatu hari nanti akan berfungsi sebagai taksi, angkutan kargo dan ambulans di langit.

Dengan enam rotor di atap dan kursi di dalam untuk lima orang, mobil ini menyerupai drone besar yang disilangkan dengan sebuah SUV mewah.

Seperti drone, kendaraan dari Alaka’i Technologies ini lepas landas dan mendarat secara vertikal. Ini adalah salah satu dari sejumlah inovasi kendaraan terbang listrik serupa yang berada dalam tahap produksi, termasuk prototipe dari Boeing dan Airbus yang membuat penerbangan uji yang sukses tahun ini, menurut Vertical Flight Society.

Sebagian besar tenaga kendaraan bersumber dari baterai, yang dapat menambah beratSkai sebagai gantinya menggunakan sel bahan bakar hidrogen yang sangat ringan dalam menjalankan rotornya, sehingga mampu mencapai jarak jelajah 644 kilometer, dengan kapasitas beban 454 kilogram baik orang atau barang.

Alaka’i mengatakan sedang merencanakan uji terbang di dekat markas besarnya di Massachusetts.

Skai akan diterbangkan oleh seorang pilot dengan menggunakan sepasang joystick, tetapi teknologi ini terus dikembangkan untuk terbang jarak jauh dan bahkan secara mandiri (tanpa pilot).

Namun hal ini memerlukan waktu bertahun-tahun sebelum Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mengijinkan penerbangan otomatis kendaraan penumpang, kata pengacara Thaddeus Lightfoot, mitra dengan perusahaan Dorsey & Whitney yang membantu perusahaan menavigasi aturan FAA.

Interior kendaraan The Skai, yang dikembangkan oleh Alaka’i Technologies di Newbury Park, California. Kredit Gambar : AP / Marcio Jose Sanchez

Kendaraan seperti drone seperti Skai harus terlebih dahulu membuktikan kelaikan udara mereka, seperti pesawat biasa, kata Lightfoot. Setelah itu, mendapatkan sertifikasi komersial adalah proses yang sulit, katanya.

Hanvey mengakui bahwa itu bisa memakan waktu setidaknya satu dekade sebelum perusahaan menyadari visinya tentang armada kendaraan terbang listrik dapat mengangkut penumpang ke kota-kota besar dengan kecepatan hampir 120 mph.

Sebelum itu, ia berharap melihat pesawat Skai digunakan oleh responden pertama untuk mengirim makanan atau air setelah bencana seperti angin topan atau kebakaran hutan yang dapat menghancurkan infrastruktur.

Kendaaraan ini dapat digunakan sebagai ambulans dan untuk mengevakuasi orang, kata Hanvey. Dengan dilengkapi dengan pemancar, seseorang memfungsikannnya sebagai menara seluler, melayang hingga 10 jam di lokasi terisolasi untuk menyediakan layanan komunikasi, katanya.