Sains & Teknologi

Ya, Buaya pun Bisa Lompat, Pelajari Bahasa Tubuhnya agar Kamu Waspada

Buaya di air asin dan tawar sama berbahayanya.

Konflik antara manusia dengan buaya telah memakan banyak korban jiwa. Sepanjang tahun 2018, puluhan orang tewas dimangsa buaya di berbagai wilayah di Indonesia. Mayoritas kejadian adalah di sungai-sungai yang pada area terentu menjadi habitat buaya. Lokasi kejadian tersebar mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Maluku, serta beberapa propinsi di Kalimantan, Sulawesi, Jawa, sampai Papua. Di awal tahun ini sudah ada kejadian serupa yang sangat mengenaskan, dimana korbannya adalah seorang wanita, kepala Laboratorium di Minahasa, Sulawesi Utara. Korban diduga terjatuh saat memberi makan buaya yang dipelihara di kolam laboratorium, diberitakan buaya itu melompat setinggi 2 meter dan menyambar kaki korban, dan menyeretnya ke kolam.

Umumnya, orang tidak mengira buaya memiliki kemampuan melompat , tetapi pada kenyataannya beberapa spesies mampu melompat – umumnya melompat dari air, ada juga satu atau dua spesies memiliki kemampuan untuk melompat di darat. 

Perilaku buaya yang sulit diprediksi telah membuat banyaknya jatuh korban. Untuk itu, perlu kita lebih waspada dengan mengenal lebih baik perilaku buaya, dan mengantisipasinya dengan langkah-langkah yang benar.

Di bawah ini adalah beberapa kiat dan saran untuk diikuti jika memungkinkan agar terhindar dari serangan buaya: 

https://www.adelaiderivercruises.com.au

1.     Waspadai keberadaan buaya  

Jika kamu melihat buaya, kamu harus bertindak dengan tepat dengan menjauhinya dan juga menjauhi air, apakah kolam, danau, sungai, muara.

2.   Jangan membungkuk melihat air ketika dalam perahu, bergantungan di tepi sungai atau pohon 

Bersandar dengan mengeluarkan anggota badan di sisi kapal yang dekat dengan air berbahaya ketika buaya ada di sekitar, mereka dapat menyerang dengan cepat pada sasaran yang begitu rendah. Beberapa spesies buaya diketahui bisa meluncurkan seluruh tubuhnya keluar dari air dalam upaya menangkap mangsa!

Buaya tidak melompat keluar dari air seperti lumba-lumba, yang mendekati permukaan dengan cepat dari bawah air dan melompat beberapa kaki ke udara. Sebaliknya, buaya memulai lompatan dari keadaan diam di permukaan air – mereka harus dapat melihat target mereka sebelum mereka mulai melompat, dan jika target di atas mereka, mereka akan mengarahkan kepalanya ke atas untuk mendapatkan pandangan yang lebih baik.  Buaya dapat menilai jarak ke target mereka dengan sangat akurat – mereka memiliki penglihatan binokular di depan kepala mereka (yaitu bidang visual mata kiri dan kanan), sehingga mereka dapat menggunakan paralaks untuk memperkirakan jarak. Setelah siap, buaya segera mulai menggunakan gerakan tertentu yang kuat dari ekornya untuk benar-benar mendorong dirinya ke atas keluar dari air. Dalam waktu kurang dari sedetik, buaya dapat mengangkat dirinya beberapa kaki ke udara. Buaya diketahui mampu melompat setinggi kurang lebih 2 meter.

Lihat video slow motion dibawah ini, bagaimana buaya bisa melompat dan memangsa:

3.     Perhatikan tanda-tanda peringatan di sekeliling

Jika kamu berada di habitat buaya (konservasi, kebun binatang, sungai, muara), ikuti tanda-tanda peringatan yang ada. Tidak adanya tanda-tanda peringatan bukan berarti berenang di sekitar habitat buaya adalah aman. Jika kamu tidak yakin apakah aman untuk berenang, maka anggap saja tidak aman dan jangan berenang. Memasukkan anggota badan ke dalam air juga berpotensi bahaya.

4.     Jangan berjalan di pinggir air

Semakin dekat kamu dengan air, semakin besar risiko diserang. Jagalah jarak setidaknya 5 m  dari tepi air, untuk memberi dirimu cukup waktu untuk bereaksi dan pindah ke tempat aman jika ada buaya yang terganggu dan berpotensi menyerang.

5.     Hindari kegiatan yang dapat diprediksi di dekat air 

Buaya sangat efektif dalam berburu mangsa, mereka mempelajari pola rutinitas mangsa mereka, dan mampu belajar dengan cepat. Jika kamu melakukan kegiatan di tepian atau di dalam air di lokasi yang sama setiap hari, maka peluang diserang buaya lebih besar, karena buaya mungkin sudah siap menunggu di waktu berikutnya.

6.     Hindari area aktivitas buaya

Perhatikan jejak lintasan buaya, bekas kaki, bekas seretan, rerumputan yang rata, dan tanda-tanda lainnya yang jmengindikasikan tempat biasanya buaya beraktivitas. Hindarilah area tersebut.

7.     Berhati-hatilah saat meluncurkan atau menambatkan perahu

Meskipun sebagian besar buaya akan menghindari kapal yang aktif, buaya tertentu bisa mengintai atau menyelidiki kegiatan peluncuran dan penambatan kapal, terutama jika perahu tersebut telah digunakan untuk memancing. Hindari berdiri di air ketika menggerakkan perahu, dan perhatikan dengan cermat tanda-tanda keberadaan buaya.

8.     Saat memancing, gunakan jaring pendaratan untuk mengambil dan melepaskan ikan 

Buaya mampu belajar dengan cepat untuk berkeliaran di bawah kapal penangkap ikan untuk mencuri ikan yang tertangkap kail . Umumnya nelayan menggendong ikan di tangan mereka dan mencelupkan ikan ke dalam air, tetapi ini tidak boleh dilakukan di daerah yang diduga ada buayanya, gunakan jaring pendaratan.

9.     Buanglah bekas membersihkan ikan dan sisa makanan 

Jangan pernah meninggalkan sisa membersihkan ikan dan sisa makanan di tempat orang biasanya beraktifitas, seperti geladak kapal, lokasi perkemahan, atau tepian air. Bekas membersihkan ikan dan sisa makanan bisa mengundang predator datang, termasuk buaya.

10.  Jangan berkemah terlalu dekat dengan tepi air 

Umumnya disarankan untuk berkemah setidaknya 50 m dari tepi air, lebih baik lagi diatas kemiringan curam (tinggi 2 m), untuk mengurangi resiko dari lintasan buaya di malam hari.

11.  Buaya paling aktif di malam hari, tetapi juga dapat berburu di siang hari 

Walaupun semua spesies buaya pada umumnya aktif di malam hari tidak berarti mereka akan tertidur di siang hari. Faktanya, semua spesies dapat aktif pada siang atau malam hari, tidur hanya sebentar dan mudah bangun dengan gangguan kecil. Namun, kewaspadaan yang lebih besar diperlukan pada malam hari terutama selama bulan-bulan hangat tahun ketika tingkat aktivitas tertinggi.

12.  Jangan pernah memberi makan buaya liar 

Jika kamu memberi makan buaya di alam liar, dia akan dengan cepat mengaitkan keberadaan manusia dengan pemberian makanan. Perilaku ini meningkatkan risiko seseorang diserang, baik sengaja atau tidak.

13.  Berhati-hatilah selama musim kawin dan bersarang 

Buaya dewasa dari kedua jenis kelamin menjadi lebih aktif dan agresif selama musim kawin, tidak ada yang perlu dilakukan selain menjauh dari mereka.

14.  Jangan pernah mendekati sarang buaya liar  

Buaya betina dewasa dapat secara agresif mempertahankan sarang mereka jika kamu terlalu dekat (dalam jarak 10 m), dan ada risiko yang jauh lebih besar untuk diserang. 

15.  Jangan pernah mengganggu anak buaya 

Buaya remaja siap melakukan panggilan darurat jika mereka terganggu, dan buaya dewasa di dekatnya biasanya akan merespons dengan sangat agresif terhadap setiap potensi ancaman.

Itulah saran dan kiat yang perlu kamu ketahui agar tetap waspada ketika berada di  habitat buaya.

Stay safe wherever you are !