Gaya Hidup

Yuk Ajarkan Anak-Anak Mengatur Uang Sejak Dini

Masa anak-anak adalah masa yang tepat untuk menanamkan pondasi yang kuat terhadap suatu nilai kehidupan dan juga kemampuan dalam mengelola segala hal. Salah satunya adalah kemampuan mengelola keuangan.

Banyak orang dewasa yang terjebak dengan ketidakmampuan keuangan sehingga menjalani gaya hidup yang melebihi kemampuan keuangannya, atau yang kita kenal dengan istilah lebih besar pasak daripada tiang. Apalagi dengan adanya sosial media seperti Facebook dan Instagram saat ini membuat banyak orang terjebak dalam kecemburuan sosial ketika melihat temannya memposting gaya hidupnya yang tampaknya jauh lebih baik seperti traveling ke tempat-tempat wisata terkenal baik di dalam maupun di luar negeri, makan di restaurant/cafe yg sedang hits, atau photo outift of the day (OOTD) dengan pakaian-pakaian yang bagus dari merek-merek terkenal dan masih banyak lagi.

Pengaruh dari sosial media membuat makin banyak orang saat ini meningkat pengeluarannya untuk hal-hal yang sebenarnya tidak ia butuhkan dan menghambat usahanya untuk menabung demi masa depan mereka dan hal-hal yang mereka lebih butuhkan seperti rumah, pensiun, dan lain-lain

Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mengajarkan anak-anak secara bertahap bagaimana mengatur keuangan. Berikut adalah cara-cara yang efektif untuk mengajarkan keterampilan pengelolaan uang kepada anak

1. Membuka Tabungan

Photo by Melissa Walker Horn on Unsplash

Bukalah buku tabungan untuk anak, ketika sang anak telah dapat memahami konsep uang. Ajari anak untuk sedikit menyisihkan uang jajan nya setiap hari dengan memasukkan ke dalam celengan di rumah. Pada saat libur sekolah bukalah celengan itu dan ajaklah anak untuk menabungkan uangnya di Bank. Ajaklah juga anak ke bank untuk menabung ketika ia mendapatkan uang lebih misalnya pada hari ulang tahunnya, lebaran, imlek, dan lainnya. Setiap kali pergi ke bank, tunjukkan lah rasa bangga kamu sebagai orang tua melihat saldo rekening anak kamu yang selalu bertambah. Ini adalah keterampilan menabung yang nantinya bisa terbawa hingga dewasa.

2. Jangan Membayar Anak Untuk Pekerjaan Rumah Tangga-Bayarlah Anak untuk Pekerjaan yang Sebenarnya

Photo by Bambi Corro on Unsplash

Anak tetap harus di beri tanggung jawab untuk pekerjaan-pekerjaan rumah seperti membereskan tempat tidurnya, mencuci piring, membantu buang sampah, dan lain2. Pekerjaan-pekerjaan rumah tangga akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sang anak ketika dewasa nanti yang berarti mereka tidak akan dibayar untuk melakukannya ketika mereka adalah orang dewasa. Bayarlah anakmu untuk pekerjaan-pekerjaan sebenarnya yang akan kamu bayar jika pekerjaan tersebut di lakukan oleh orang lain seperti mencuci motor atau mobil, memotong rumput di halaman, dan lain-lain.

3. Beri Pelajaran Mengenai Denda

Singapore_MRT_Fines photos from en.wikipedia.org

kehidupan nyata penuh dengan denda seperti denda lalu lintas, denda membuang sampah sembarangan, dan lain-lain. Di Indonesia memang belum begitu tegas dalam hal pembayaran denda karena suatu pelanggaran. Namun di negara-negara maju hal ini sangat lah umum, bahkan negara tetangga kita, Singapura, terkenal sebagai negara dengan denda yang sangat banyak, mulai dari meludah dan membuang sampah sembarangan, merokok di tempat umum, dan lain-lain. Jika anak anda membuat suatu pelanggaran di rumah atau merusak sesuatu di rumah yang membutuhkan biaya, hukumlah ia dengan denda atau membayar ganti rugi, dengan cara menarik sejumlah uang dari tabungannya. Jelaskanlah pula mengapa perilaku buruk atau kesalahan ia mengakibatkan ia harus mengeluarkan sejumlah uang dari tabungannya. Hal ini akan mengajarkan anak untuk lebih bertanggung jawab atas kesalahan mereka.

4. Dorong Anak Untuk Mengeluarkan Uang Secara Bijaksana

Photo by A L L E F . V I N I C I U S Δ on Unsplash

Rasa sayang orang tua terhadap anak terkadang membuat orang tua memanjakan anak dengan memberikan apa saja yang anak minta. Hal ini sangatlah tidakk mendidik dan menjadikan anak tidak dapat mandiri. Jika anak meminta di belikan sesuatu yang sangat ia inginkan, ajarkan ia bersabar untuk menabung uang terlebih dahulu bila ingin membeli barang tersebut. Dengan demikian anak akan belajar menghargai uang dan barang yang di belinya dengan uang sendiri. Bantulah juga anak belajar mengeluarkan uang untuk barang atau hal-hal yang ia benar-benar butuhkan bukan yang dia inginkan namun sebenarnya tidak ia butuhkan. Dengan demikian anak akan belajar bijaksana dalam mengeluarkan uang

5. Ajari Anak Mengenai Investasi

Photo by rawpixel on Unsplash

Setelah menabung lebih dari setahun atau dua tahun dan ketika tabungan anak sudah cukup banyak, ajari anak untuk menggunakan sebagian uangnya untuk berinvestasi. Hal ini mungkin bisa dilakukan ketika anak sudah beranjak remaja ketika SMP atau SMA. Ajari anak cara kerja investasi dan bagaimana berinvestasi. Ajari anak juga mengenai resiko investasi. Investasi memang beresiko apalagi jika di lakukan dalam jangka pendek namun investasi dapat memberikan keuntngan besar dalam jangka waktu panjang, bahkan melebihi keuntungan yang di dapatkan jika kita hanya menyimpan uang kita di bank. Saat ini sudah sangat banyak sekali informasi mengenai investasi di internet, bantulah anak untuk mencari informasi investasi yang tepat